Label

Kamis, 31 Januari 2013

31 Januari 2013

31 Januari 2013

Awal yang baik hari ini karena aku terbangun dengan sendirinya dan dalam keadaan yang bugar. Tidak seperti hari-hari kemarin dimana aku selalu terbangun dengan sejuta kepenatan di seluruh ototku. Syukur pada tuhan hari ini telah memberiku kesempatan dan kesehatan yang amat sangat baik. 

Aku ke kantor tepat pada waktunya. Aku memang tidak akan lama-lama di kantor pagi ini karena akan mengikuti rapat dengan pengurus organisasi lainnya. Tepat pukul 09.50 WIB aku langsung izin di kantor dan menuju ke tempat rapat yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB. Semua berjalan lancar dan memberikinan kesimpulan bahwa besok kami akan membina desa sekitar pukul 15.00WIB. Sangat menyenangkan dan sekaligus melelahkan. 

Siangnya aku hanya sebentar ke kantor dan kemudia permisi lagi ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbingku. Aku sangat terkejut dengan keramahan dosenku hari ini. Sebenarnya aku juga sangat bersyukur karena karya tulisku hanya sedikit saja yang harus di perbaiki. yang lainya sudah baik dan akan lebih baik lagi bila aku juga mencantumkan gambar grafik. Menyenagkan bila di perlakukan ramah seperti itu.

Setelahnya aku langsung berangkat ke kota Ai, kami telah membuat janji bertemu. Kami akan bertemu di tempat renang tentunya untuk berenang donk. Aku bertemu dengan seorang teman lama di sanggar dulu. Kami sempat berbincang-bincang masalah latihan di sanggar. Intinya aku di undang latihan lagi. Sewaktu mandi setelah berenang aku dan Ai sempat bercumbu dan ternyata bukan kami saja yang melakukan hal itu. Ada pasangan lain juga bercumbu di kamar ganti. 

Malam ini seluruh badan kembali segar dan terasa sedikit lelah sih karena olahraga renang tadi sore. Namun walau lelah juga aku dan Ai tetap senang. Setah makan malam bersama Ai, aku langsung  pulang ke rumah karena memang tidak ada tujuan lain. Hari ini adalah hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Rasanya benar-benar membuatku ingin segera beristirahat. Baiklah kawan cukup disini, selamat malam dan sampai jumpa esok hari...
@@@

Rabu, 30 Januari 2013

30 Januari 2013

30 Januari 2013

Sejak pagi telah disibukkan dengan persiapan untuk acara rapat nanti siang. Segala persiapan mulai dari teks pidato, persiapan tempat sampai urusan absensi harus aku tangani. Tidak begitu menjadi beban memang tapi sikap beberapa orang membuat aku muak. Terlalu banyak maunya dan terlalu ikut campur. Seolah-olah mengetahui semuanya dan sepertinya ingin pamer tapi jadinya konyol. Itulah orang yang terlalu ambisius dengan jabatannya, menyedihkan sekali.

Ternyata banyak orang yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan orang lain. Mereka tak sungkan-sungkan mengorbankan  orang lain untuk jadi alat mencapai tujuan mereka. Itulah manusia tak berkeprimanusiaan. Aku sangat senang ternyata terbebas dari orang-orang yang seperti itu. Terlalu menghambakan kedudukan dan jabatannya. Padahal semuanya hanya sementara dan akan berganti suatu saat nanti. Bukankah roda selalu berputar dan hanya yang baik saja yang akan selalu berada di tempat yang baik.

Selama acara rapat berlangsung aku hanya mengikuti dengan acuh tak acuh karena jujur saja aku tidak suka dengan pembawaan beberapa orang yang hadir di sana. Sangat menjengkelkan dan sepertinya lebih baik tidak usah dibahas lagi.

Oh ya sepanjang hari ini semua berjalan lancar dan tidak ada masalah yang begitu berarti. Semua kegiatan lebih bersifat monoton dan sepertinya aku juga menjadi kurang bersemangat dalam menceritakannya. Hanya saja saat ini aku ingin beristirahat dan memanjakan diriku, mungkin sambil menonton tv dan mengemil sedikit. Hahaha... Suatu kegiatan yang tidak boleh dicontoh ya karena mengemil di malam hari tidak baik bagi kesehatan kecuali cemilannya berupa buah dan sayuran.

Baiklah kawan sepertinya aku kehabisan bahan yang dapat aku ceritakan hari ini. Semuanya tidak ada yang spesial namun aku tetap senang, itu intinya. Terima kasih dan sampai jumpa esok hari. Good Night...
@@@

Selasa, 29 Januari 2013

29 Januari 2013

29 Januari 2013

Hari ini aku awali pagi dengan rasa malas dan keragu-raguan. Sungguh sesuatu yang tidak baik namun telah aku lakukan juga. Sangat disesalkan bukan? Namun semuanya pagi ini berjalan lancar dan tidak ada yang begitu berarti. Pekerjaan di kantor hanya mempersiapkan undangan pertemuan rapat besok serta mengedarkan surat tersebut. 

Masih sama seperti beberapa hari ini, aku terus mencoba menghubungi dosen pembimbing ke dua namun tidak ada jawaban dan bahkan smsku pun tak di balas. Harus sabar selalu menunggu itu saja yang aku selalu coba ingat dalam benakku. Mungkin tidak ini hari, bisa saja esok atau lain hari. Yang penting aku tetap semangat untuk menyelesaikan karya tulisku segera.

Hari ini aku menghubungi Uya dan Ai secara bergantian. Sebuah cara mengingat dan juga menyampaikan pesan akan kerinduanku pada mereka. Tidak hanya itu, aku juga menghubungi beberapa teman yang biasanya menjadi teman berkumpul sambil nongkrong dan bertukar cerita. Lama tidak pernah berjumpa dengan mereka sampai aku banyak ketinggalan berita.

Ada temanku yang sakit sangat parah dan membuatnya bertambah kurus. Ada temanku yang juga telah menjadi tenaga bakti di salah satu kantor pemerintah sampai ada kawanku yang putus dan bahkan ada kawanku yang juga akan sama-sama melakukan praktek kerja lapangan. Semua itu merupakan berita yang baru aku dengar padahal sudah berlangsung sekitar dua bulan ini. Sungguh tertinggal berita aku ini.

Namun bukan berarti aku tidak peduli pada teman-temanku. Sebenarnya aku telah sering kali mengajak mereka berkumpul, tapi mereka selalu saja memiliki kesibukan dan masalah masing-masing yang tidak mereka mau bagi kepada orang lain termasuk kami teman-temannya dalam satu kelompok. Jadi aku hanya mengikuti keadaan yang berjalan dan dengan sendirinya membuatku atau tepatnya kami semua jauh satu sama lain. Tapi sudahlah tidak perlu disesali lagi, yang penting ke depannya semoga semuanya menjadi lebih baik dan kami dapat berkumpul seperti dulu lagi.

Aku senang hari ini semuanya berjalan baik walau tidak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik tuhan yang maha esa. Jadi patut mensyukuri hari ini agar kembali dimudahkan dan dilancarkan esok hari. Sampai di sini dulu sampai berjumpa esok hari dan terakhir kalinya aku sangat berterima kasih pada tuhan atas kemudahan hari ini. See you...
@@@

Senin, 28 Januari 2013

28 Januari 2013

28 Januari 2013

Hari yang berat di kantor tadi pagi. Awalnya memang tidak ada masalah namun kemudia semua keadaan berubah menjadi sangat menyakitkan hati dengan sikap bersahabat atau lebih tepat disebut pengusiran secara tidak hormat. Menyakitkan hati rasanya saat kata-kata seperti itu keluar dari orang yang tidak penah kita sangka sebelumnya. Benar-benar awal yang kacau pagi ini di kantor lamaku dan itu membuatku harus tahu diri bahwa aku sudah tidak bisa menyamakan keadaan saat ini dengan yang dulu. Maka segera aku pergi dan memindahkan semua barangku ke kantor baru. 

Kejadian pagi ini memberi dampak buruk dan energi negatif padaku. Padahal masih sangat pagi untuk mendapatkan keburukan seperti itu, benar-benar tak beretika cara mereka melontarkan kata-kata. Tapi sudahlah aku sudah tak menganggapnya lagi walau masih ada rasa kecewa yang mendalam dalam hatiku. Kini aku akan menikmati bekerja di tempat baru tanpa harus terbayang-bayangi tempat kerja yang lama.

Siang ini aku dan seluruh personil di tempat kerja baru di undang untuk menghadiri jamuan makan menyambut maulid nabi di kecamatan. Sebenarnya untukku sendiri aku tidak begitu suka dengan acara yang membuatku seperti merasa tersisihkan dan tak punya teman. Namun nyatanya kali ini berbeda dari yang aku pikirkan dan ini benar-benar membuatku merasa nyaman. Ini sebuah kejutan bagiku. 

Kejutannya belum berakhir sampai di situ saja, aku bahkan sedikit terkejut juga dengan sikap dosen pembimbingku yang bersikap ramah dan bersahabat. Andai saja setiap bertemu seperti ini pasti akan bertambah lancar penulisan karya tulisku sehingga aku akan segera di wisuda. Semoga saja akan terus berlanjut demikian.

Masalah asmaraku hari ini sepertinya sangat baik-baik saja. Baik antara aku dan Ai maupun antara aku dan Uya semuannya berjalan baik. Kami hanya berkomunikasi melalui sms hari ini. Namun itu sudah cukup untuk menunjukkan perhatianku kepada mereka. setidaknya saling mengabari sudah aku lakukan. Samapai malam ini semua tetap sesuai keinginan dan semoga selalu seperti ini di hari-hari berikutnya.

Malam ini aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama keluarga. Kami berkumpul di ruang depan sambil menonton tv. Rencananya aku juga mau chatting dengan Ai namun kemudia batal karena mungkin Ai ketiduran karena kecapaian baru pulang dari Ibu kota provimsi juga. Aku juga sudah merasa capek nih, jadi sudah dulu kisahku hari ini. Sampai jumpa besok bila ada umur panjang. selamat beristirahat ...
@@@

Minggu, 27 Januari 2013

27 Januai 2012

27 Januari 2013

Hari ini menghabiskan waktu bersama Ai saja. Mulai dari pagi setelah bermesraan, kami pergi sarapan bersama di rumah kakak. Ai malah membuatkan omlet mie untuk kami semua. Siapa yang tidak senang jika kekasihnya memasakan makanan untuknya? Pasti semuanya akan senang apa lagi masakannya enak. 

Siang hari Ai sibuk menyiapkan tugasnya dan aku tidak mau mengganggu. Aku hanya menghabiskan waktu di rumah kakak sambil menonton tv saja. Sampai Ai datang setelah tugasnya selesai aku masih bersantai di depan tv dan barulah kemudian kami berangkat pulang ke kantornya. Ai membereskan kantornya dan aku juga membantu bersih-bersih sampai pukul 17.30 WIB. 

Kemudian aku dan Ai kembali ke kotaku. Memang sudah sangat sore  untuk melakukan perjalanan jauh bahkan kami baru sampai di kotaku menjelang magrib. Sangat melelahkan memang apa lagi mengingat nanti malam Ai akan berangkat lagi ke Ibu kota provinsi karena ada urusan kantor yang harus dia urus. Pada hal dia masih kurang enak badan. Kasihan sekali jadinya. Untuk menyenangkan Ai aku mengajaknya makan mie pangsit. Ai sangat suka makan mie pangsit di kotaku ini. Setiap kali kemari dia selalu saja makan mie pangsit dan kali ini aku yang akan mentraktirnya makan mie pangsit. 

Oh ya aku dan Uya juga sempat berkomunikasi melalui sms dan kami semakin berusaha mendekatkan diri. Ya semoga saja bisa semakin dekat dan tidak lagi ada ketidak saling pengertian lagi diantara kami. Aku sudah terlalu lelah juga jika  harus menghadapi sikapnya yang bisa membuatku kesal dan itu semakin membuatku mengabaikannya. Kini semua menjadi lebih baik, semoga akan terus membaik. Baiklah sampai jumpa di esok hari selamat beristirahat...
@@@

Sabtu, 26 Januari 2013

26 Januari 2013

26 Januari 2013

Hari ini sangat menyenangkan berlibur bersama Ai. Ai tidak berangkat ke ibu kota provinsi jadi aku bisa mengunjunginya dan menghabiskan waktu liburanku bersamanya. Siang ini aku dan Ai mengunjungi kakak. Kami menghabiskan waktu bermain bersama keponakan-keponakan. Memang kegiatanku hari ini tidaklah berbeda dari hari-hari libur biasanya, namu pperbern yang penting perasaan bahagia karena sikap Ai yang se ppermakin romantis padaku.

Siang hari terasa begitu terik dan menyengat. Panasnya begitu dasyat sampai-sampai membuat aku malas beraktifitas di luar rumah. Aku menggunakan waktu yang seperti ini untuk tidur siang. Namun baru sebentar aku memejamkan mata dan masih antara tertidur dan terjaga, Ai datang menggangguku. Dia mencumbu aku dan membuatku keranjingan di bakar gejolak dan terjadilah pertarungan melepaskan gejolak masing-masing. 

Setelahnya aku mandi dan bersiap-siap karena Ai mengajakku pergi berenang. Sangat senang rasanya melihat      sikap Ai memanjakan aku. Aku semakin mencintainya. Aku juga akan membuat Ai senang dengan  merubah sikapku padanya. Semoga hubungan kami semakin membaik dan terus mesra seperti ini. Karena bila hubungan dengan Ai membaik maka akan berdampak pula pada hubungan ku dengan Uya. Buktinya semenjak Ai berubah menjadi romantis, perasaanku pun menjadi senang dan dapat membuat Uya juga ikut merasa senang karena aku juga berubah menjadi romantis.

Hari ini hingga malam aku benar-benar senang dan nyaman berada di dekat Ai. Sungguh sanagat mesra dan penuh kasih sayang. Semoga esok akan lebih baik lagi dari hari ini. Sampai jumpa esok hari dan selamat malam...
@@@

Jumat, 25 Januari 2013

25 Januari 2013

25 Januari 2013

Rasanya sudah sangat lama sekali aku tidak bercerita melalui tulisanku ini. Padahal baru enam hari aku  absen menulis dan itupun dikarenakan Notebookku rusak dan harus diinstal ulang. Untung saja semua kini telah membaik dan semua masalah telah berlalu. Aku akan merangkum semua ceritaku yang terlewat selama enam hari ini menjadi sebuah cerita singkat untuk aku ceritakan pada kalian hari ini.

Selama enam hari ini aku di sibukkan dengan tugas karya tulisku agar segera rampung dan aku dapat segera menyelesaikan studiku. Memang sangat mengesalkan saat aku ingin mengejar waktu menyelesaikannya malah Notebookku rusak dan terpaksa semua tertunda. Ya selama beberapa hari itu aku udah coba usahakan agar bisa di perbaiki tanpa perlu instal ulang namun ternyata gagal. Jadi langkah terakhir ya instal ulang dan semuanya telah berjalan baik kembali. Semuanya ada hikmah dan memberikan pelajaran baru buatku dalam hal menggunakan komputer secara lebih baik dan aman.

Oh ya, soal asmaraku juga semakin membaik sih. Aku dan Ai  menjadi semakin mesra walau kadang ada pertengkaran kecil namun pasti ujung-ujungnya membaik lagi. Namanya juga cinta mau bagaimana pun pasti berbaikan lagi. Apa lagi setelah semalam sempat bicara lebih serius dari hati ke hati jadinya tambah sayang sama Ai. Semoga kedepannya aku dan Ai jadi semakin baik dan selalu dapat melewati semua dengan cinta dan kebersamaan.

Kalau Uya sih masih seperti biasa selalu saja menjadi nomer dua. Aku sebenarnya ingin mengakhiri saja hubungan dengannya namun aku juga kasihan kalau dia kecewa dan jujur ada sedikit rasa sayang untuknya walau tidak sebesar yang dia kira. Setidaknya aku akan selalu mencoba menyayangi Uya walau tidak mungkin bisa sepenuhnya dalam waktu yang singkat dan itu pun tidak akan menghentikan aku mencintai Ai. Karena aku tidak akan bisa meninggalkan cinta Ai.

Oh ya soal pekerjaanku di kantor aku kini merasa semakin nyaman di tempat baru. Secara tidak langsung aku dapat bekerja di dua kantor sekaligus di kantor lama dan di kantor baru. Tugas yang diberikan kepadaku masih berhubungan dengan tugasku di kantor lama. Apa lagi aku masih bergabung dalam organisasi ibu-ibu pejabat, jadi masih dibutuhkan dan diberi kepercayaan. Walau kemarin sempat kesal sedikit dengan adanya orang-orang yang bertingkah sok baik padahal ingin mendapat jabatan dalam organisasi ini juga. Terserah saja deh dengan yang bewenang dalam memutuskan siapa saja yang akan direkrut jadi pengurus organisasi ini. Aku tidak begitu ambil pusing dengan jabatan dan kedudukan. Sampai hari ini aku masih sangat mempertahankan prinsip itu.

Kemarin hari maulid aku sempat di pergi ke sebuah acara jamuan makan dan sangat menyenangkan apa lagi makanannya enak-enak. Tapi yang paling menyenangkan sebenarnya adalah kemarin aku di ajak Ai berenang ke kolam renang tempat langganan kami. Benar-benar bisa bersantai dan relaksasi dengan media air membuat semua stress beberapa hari lalu seakan hilang secara tiba-tiba. Sampai sekarang rasanya masih terasa ketenangan yang aku rasakan di air kemarin.

Malam ini aku hanya akan berdiam di rumah karena ada acara tv yang aku suka. Ajang pencarian bakat yang tidak pernah membuat aku bosan dan malah membuat aku semakin bersemangat dalam menggali potensi seni dalam diriku. Mungkin tidak akan sampai seperti di tv itu tapi nasib bisa saja membawa ke suatu yang tidak pernah terduga. Bukankah semua orang berhak bermimpi, yang membedakan diantaranya hanya seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mewujudkan mimpi itu.

Yah akhirnya aku sampai di akhir ceritaku juga. Selama beberapa hari ini walau aku tidak mengingat lagi semua yang aku lalui namun setidaknya garis besarnya telah aku ceritakan pada kalian. Semoga kalian tidak pernah bosan mendengar ceritaku. Bailah sampai disini dulu sampai jumpa di esok hari bila tuhan masih memberikan umur panjang. Selamat malam dan selamat beristirahat...
@@@


Sabtu, 19 Januari 2013

19 Januari 2012

19 Januari 2013
Hari ini semua terasa sangat mengesalkan karena notebookku masih saja terjadi crash. seharian aku hanya mencoba memperbaikinya sendiri dan syukur aplikasi wordnya sudah berhasil tapi untuk aplikasi excel dan dan beberapa lainnya masih saja crash dan membuat aku tidak bisa bekerja dengan notebook ku. Mengesalkan sekali padahal aku harus mengejar target untuk menyelesaikan karya tulisku. Jadinya sekarang akan tertunda lagi gara-gara notebook yang berulah.

Aku sore tadi sudah mencoba berbaikan dengan Ai dan malah aku saat ini bersamanya. Memang sangat susah membohongi diri sendiri bila hati selalu membutuhkan dia bersamaku. Inilah cinta yang benar-benar membuat aku menjadi bodoh atau bahkan bisa disebut gila. Entahlah semoga semua yang aku lakukan tidak akan sia-sia dan menuai permasalahan yang lebih besar antara aku dan Ai.
 
Baiklah kawan sampai di sini saja ceritaku. Mungkin sangat singkat tapi memang aku sedang malas menulis karena notebookku yang masih berulah. Selamat beristirahat dan sampai jumpa esok hari...
@@@

18 Januari 2013

18 Januari 2013

Hari yang indah untuk memulai segala aktifitas yang menjadi rutinitas. Aku ke kantor pagi-pagi setelah mampir di bank untuk membayar iuran praktek kerja lapangan. Semuanya berlangsung cepat dan tanpa kendala. Namun sedikit terkejut karena hari ini di kantorku ada inspeksi mendadak yang dilakukan pejabat daerah setempat. Untung saja aku datang lebih cepat hari ini.

Sebenarnya aku datang cepat karena kami mengagendakan akan melaksanakan rapat internal. Namun karena ada inspeksi mendadak makan rapatnya ditunda sampai hari senin. Tak apalah mengingat kawan-kawan kantorku juga banyak yang tidak datang. semoga saja hari senin nanti mereka semua hadir jadi rapatnya dapat di dengar oleh seluruh karyawan kantor.

Hari ini aku terpaksa bekerja di kantor lama karena ada yang harus di ketik di sana. Walau sudah pindah kerja namun aku masih berhubungan dengan kantor lama. Masih ada urusan organisasi-organisasi wanita yang masih dipercayakan menjadi tanggung jawabku. Jadi secara tidak langsung aku berkerja di dua tempat sekaligus. 

Selain itu juga aku hari ini telah menerima hasil koreksi karya tulisku dari dosen pembimbing. Ada sedikit perubahan yang secara dalam penggunaan data dan artinya itu akan merubah sebagian besar karya tulisku. Yah demi kebaikan masukan-masukan baik harus aku terima sehingga karya tulisku nantinya terhindar dari masalah dan mengarah lebih sempurna. 

Namun malam ini saat aku ingin memperbaiki karya tulisku aku sangat terkejut karena banyak aplikasi di komputerku crash dan tidak bisa digunakan. Aku sempat panik dan merasa putus asa dan kesal. Namun kemudian aku langsung mencoba memperbaikinya mulai dari melakukan scaning virus dan sebagainya namun ternyata semuanya gagal dan tidak berhasil. Aku pun menjadi pasrah dan membiarkannya saja. Mungkin esok saat aku sudah tidak panik aku dapat memperbaiki semuanya agar lebih baik. Semoga saja...
@@@

Jumat, 18 Januari 2013

17 Januari 2013

17 Januari 2013

Hari yang berat aku lalui dengan ketenangan dan full dengan beristirahat di rumah saja. Tidak masuk kantor dan benar-benar hanya tinggal di rumah. Menghabiskan waktu dengan menonton tv. Walau banyak telphon dari rekan kantor namun aku telah menyampaikan izin atas ketidak hadiranku. Jadi benar-benar waktunya istirahat.

Malam ini aku sangat senang karena acara pencarian bakat American Idol season 12 telah tayang kembali di B Channel. Sangat segat dengan format juri-juri baru yang sangat menginspirasi salah satunya Mariah Carey. bebar-benar seorang penyanyi yang sangat heban dan memang kompeten dan pantas menjadi juri untuk acara pencarian bakat terbesar sekelas American Idol. 

Hari ini tidak banyak yang dapat aku ceritakan karena memang tidak banyak kegiatanku yang aku jalani hari ini. Yang penting aku senang dan bahagia dengan keadaanku. Apa lagi Uya kini jadi lebih dekat denganku dan kami kembali berbaikan. Baiklah kawan sampai jumpa lagi. Selamat Malam...
@@@

Rabu, 16 Januari 2013

16 Januari 2013

16 Januari 2013

Rasanya memang aku terlalu bodoh untuk dapat mengerti bahwa Ai tidak layak aku cintai sampai sebegitu besarnya. Cinta selalu membutakan segalanya dan itu juga berlaku bagiku. Aku menghubunginya terlebih dahulu melalui chat di FB dan yang paling bodohnya aku juga mengungkapkan bahwa aku sangat bergairah dengannya. Padahal sebelumnya aku ingin membuatnya menyadari kesalahannya sehingga dia yang akan berlutut dan mengakui bahwa dia sangat menginginkan aku.

Kini semua rencana gagal karena ulahku sendiri dan sepertinya dia semakin besar kepala serta tidak akan menyadari kesalahannya. Jengkel juga aku dengan diriku sendiri. Terlalu bodoh dalam urusan cinta, mencintai seseorang sangat berlebihan sehingga dia dapat semena-mena memperlakukan aku. 

Bukan hanya itu saja, aku juga dengan lugunya menceritakan mimpiku padanya yang membuat dia bertambah besar kepala karena dia tahu bahwa aku sangat mencintainya dan tidak akan rela melepaskan dia. Benar-benar tindakan yang sangat tidak pintar namun telah terlanjur aku lakukan. Dan sekarang entah bagai mana aku menyikapi dia lagi. Mungkin dengan mengabaikannya terlebih dahulu dan membiarkan saja jarak dan waktu diantara kami membereskan semuanya. 

Hari ini aku telah berhasil membantu sesorang dalam mengurus berkas yang seharusnya melalui prosedur yang sangat berbelit. Memang tidak ada keuntungan langsung buatku namun setidaknya itu semua dapat aku anggap sebagai amal. Di kantor juga tidak ada pekerjaan khusus yang harus aku lakukan. Jadi hanya bersantai saja serta mempersiapkan bahan-bahan untuk pendaftaran praktek lapanganku.

Malam ini aku sudah tidak tahan dengan gejolak dalam diriku. Rasanya seluruh senyawa tubuhku membutuhkan yang namanya cinta. Tapi sepertinya Ai tidak akan ada dan hubunganku dengannya sedang tidak baik, maka aku tahu bahwa aku akan sangat kesepian malam ini. Hanya tv dan dunia maya yang menjadi penghiburku. Bahkan karena terlalu larut dalam kesepianku sampai aku terlambat menceritakan kisahku pada kalian. Maka untuk itu maafkanlah aku dan mohon untuk tetap membaca setiap ceritaku tanpa bosanya. Terimakasih kawan...
@@@

Selasa, 15 Januari 2013

15 Januari 2012

15 Januari 2013

Entah mengapa malam tidurku tidak nyenyak malam tadi, sampai aku bermimpi dan terbangun dalam keadaan menangis. Aku sendiri tidak bisa mengingat apa mimpiku. Namun tentunya sangat memilukan sampai membuatku menangis sedih seperti itu. Dan anehnya lagi aku tidak langsung dapat tidur lagi. Setelah satu jam kemudian rasanya baru mataku mengantuk kembali dan aku tak sadar kapan aku terlelap. Kemudian rasanya mimpiku kembali datang dan saat aku terbangun kembali aku tetap merasa sedih dan terjaga dalam tangis. Padahal hari sudah pagi dan mentari sudah naik meninggi. Kini aku harus bangun dan bersiap-siap ke suatu acara pagi ini. 

Di acara tersebut aku sangat sibuk dan harus aktif dalam mengatur berbagai macam hal. Secara tidak langsung aku telah menjadi even organizer suatu acara yang akan dihadiri petinggi-petinggi di daerahku. Dan Syukur pada tuhan semua berjalan lancar dan sukses walau aku sangat kelelahan juga karenanya. Namun tetap saja hari masih siang dan masih jauh dari waktu istirahat. Aku harus siap dengan berbagai rutinitas lainnya yang bersifat dadakan.

Seperti siang ini aku harus ke universitas untuk menemui dosen pembimbingku. Syukur saja dosenku ada dan aku dapat bertatap muka walau hanya sebentar untuk menyerahkan karya tulisku. Selanjutnya aku sempatkan ke bagian administrasi kemahasiswaan, sekretariat program studi dan tempat pengumuman praktek kerja lapangan. Ya aku akan segera turun ke masyarakat dalam rangka praktek lapangan. Jadi aku harus segera mempersiapkan fisik dan mental serta yang tidak boleh ketinggalan adalah materi alias uang. Karena tentunya nantinya akan sangat dibutuhkan dalam berbagai program yang akan di laksanakan di desa tempat aku praktek.

Aku tidak berlama-lama di kampus. Setelah semua urusan yang dapat aku lakukan  hari ini selesai aku langsung kembali ke bekerja di kantor walau di sana tidak ada yang harus di kerjakan namun aku tetap harus standby di kantor. Paling tidak bila ada sesuatu yang dadakan aku siap dan segera dapat menanggapinya. Inilah suasana baru pekerjaanku yang harus aku biasakan. Semoga semuanya lancar dan menjadi yang terbaik selalu buatku.

Malam ini aku sebenarnya sangat butuh Ai. entah mengapa seluruh badanku seperti bergairah dan merindukan setiap sentuhannya. Rasanya ingin dipeluk dan dicumbui olehnnya dan jangan di lepaskan sampai setiap jengkal gelora yang ada di tubuhku mereda karena terpuaskan. Memang seperti orang pesakitan yang sakau oleh cinta dan gairah libido. 

Tapi aku harus dapat menahan diri agar Ai sadar bahwa aku masih kesal padanya karena sikap-sikapnya yang selalu saja berulang terus. Sangat menjengkelkan bila mengingat kejadian hari minggu malam lalu sampai hari senin paginya dimana dia mengabaikan aku hanya karena aku tidak mau melayani tingkahnya. Malah dia marah dan bersikap kekanak-kanakan tak tentu maksudnya hingga membuat aku kesal. Namun sudahlah biarkan saja dulu tidak usah bertemu Ai agar dia menyadari kesalahan dan akhirnya dia yang memintaku datang. Rasanya Sudah cukup selama ini aku selalu yang mengalah dan merendahkan diriku sendiri agar hubungan ini selalu dan terus berjalan baik. Kini biar dia yang merasa bersalah dan semuanya akan berjalan baik lagi bila dia tidak egois.

Malam ini aku hanya akan di rumah menghabiskan waktuku dengan beristirahat dan menonton tv sampai aku mengatur dan tertidur. Sekalian mengganti waktu istirahat semalam yang sangat kurang. Baiklah kawan selamat malam dan selamat beristirahat. Sampai jumpa esok hari...
@@@

Senin, 14 Januari 2013

14 Januari 2013

14 Januari 2013

Pagi ini aku kesal dengan Ai yang selalu saja bertingkah hanya karena aku tidak mau dicumbunya. Aku sudah bosan dengan sikapnya yang sangat kekanak-kanakan. Hanya karena alasan seperti itu dia mencueki aku. Dan bukannya sekali tapi sudah berulang kali kejadian seperti ini. Selalu saja aku yang mengalah dan dia tidak pernah menyadari diri apa yang salah pada dirinya. Bila aku tegur dia selalu berkata aku selalu menyalahkan dia dan aku tidak pernah mau dipersalahkan. Padahal memang dia yang selalu memulai suatu masalah dan kemudian aku yang selalu harus menekan perasaanku agar tidak egois dan mau mengalah.

Kali ini habis sudah kesabaranku padanya, biarlah dia lakukan apa yang dia mau. Sudah cukup aku bersabar dan dia tidak pernah mau mengerti. Dari dulu sewaktu dia selingkuh untuk pertama kali aku sudah bersabar. Lalu diulang yang kedua kali aku masih juga bersabar. Yang ketiga kali juga berlaku demikian sampai rasanya hancur sudah hatiku oleh tingkahnya yang suka berselingkuh. Belum lagi sikapnya yang egois dan maunya selalu diturutin tanpa bisa menurutin semua mauku. Apa guna aku menuruti semua maunya hanya untuk menyenangkan dia tapi dia tidak bisa menyenangkan hatiku. Ya sudahlah saat ini aku ingin menyendiri dan menenangkan pikiranku saja. Tak usah ada dia.

Entah apa salah di hari ini sampai-sampai Uya juga marah dan minta putus. Aku sudah lelah berurusan dengan yang namanya cinta-cintaan. Tak ada satu pun yang bisa sepaham atau mau saling mengerti saja. Mereka semua sama, tidak dapat mengerti aku. Jadi sudahlah aku terima saja melepas semua ikatan yang ada. Biar mereka lakukan yang mereka suka dan mungkin dengan orang lain. Walau hatiku tidak pernah benar-benar rela bila mereka dengan yang lain tapi aku akan belajar untuk itu. Semoga waktu bersamaku dalam mengobati lukaku.

Belum habis kesalku karena Ai dan Uya kini bertambah lagi gara-gara dosen pembimbingku. Ditelphon tidak diangkat, disms pun tidak di balas. Padahal aku ingin mengejar ketinggalan dan segera menyelesaikan kuliahku. Tak bisa berbuat apa-apa selain mengeluh saja. Mau gimana lagi kita butuh dia jadi mau tidak mau harus mengikuti tingkahnya walau menjengkelkan.

Aku akan tinggal di rumah untuk menenangkan diri dan tidak akan keluar rumah. Malam ini akan aku gunakan untuk beristirahat agar besok pagi aku kembali segar dan dapat melupakan semua efek kejadian buruk hari ini. Semoga saja kawan. Terima kasih dan sampai jumpa esok hari...

Minggu, 13 Januari 2013

13 Januari 2013

13 Januari 2013

Pagi ini sebenarnya aku bangun dengan perasaan malas dan rasanya ingin tidur lagi saja. Mungkin karena hari ini hari libur dan aku  tidak ke kantor jadinya mau malas-malasan saja di tempat tidur. Paling-paling pagi ini hanya akan ku habiskan dengan menonton tv saja dan memang begitu kenyataannya.

Sekitar siang harinya sambil menunggu makanan untuk makan siang tersedia aku hanya bermain game bersama adikku. Supaya dia tidak kelayapan tidak ketahuan tempatnya mending dia dibiarkan bermain dan dapat dikontrol juga. Setelah makan siang aku berangkat ke tempat berenang. Cukup jauh juga tempatnya, sekitar satu jam perjalanan dari rumahku. Namun demi kesenangan dan memanjakan diri di hari libur tentu tidak jadi masalah.

Setiba di tempat renang aku melihat Ai sudah menunggu. Ternyata Ai sudah dari tadi menunggu aku di depan tempat renang. Mungkin sekitar 30 menit dia menunggu. Setelah memarkirkan motor kami pun langsung masuk ke tempat tersebut dan kami tidak membuang-buang waktu dan langsung berenang. Setelah satu jam setengah berenang aku merasa kelelahan dan memutuskan untuk pulang. Apa lagi sudah terlihat awan gelap yang membumbung di langit pertanda akan segera turun hujan. Supaya tidak kebasahan tentunya aku harus pulang.

Malam ini kami makan di rumah kakak namun karena kakak tidak memasak jadi kami makan seadanya saja. Sebenarnya aku tidak berselera karena tidak ada sayur dan lauk lainnya untuk di makan. Tapi aku tetap makan walau sedikit, paling tidak untuk mengganjal perut agar tidak keroncongan gara-gara kelaparan. Dan karena masih lapar yang mungkin juga dikarenakan kelelahan berenang sore tadi aku meminta Ai untuk membelikan mie. 

Sangat kesal juga dengan yang buat mie, hari ujan gini kan enaknya makan mie berkuah dan panas-panas. Eh malah dibuatin mie goreng kering pula. Untung saja rasanya enak kalau tidak pasti sudah bertambah kesal. Setelah makan aku merasa kecapean dan ingin tidur namun karena teringat aku belum menceritakan kisahku hari ini pada kalian jadinya aku pun menulis di blog ini. 

Baiklah kawan sampai di sini dulu ceritaku, sampai berjumpa lagi di cerita selanjutnya. Selamat beristirahat, selamat tidur dan semoga mimpi indah. Good nigth all...
@@@

Sabtu, 12 Januari 2013

12 Januari 2013

12 Januari 2013

Hari ini aku terbangun dengan rasa malas karena hari ini hari libur dan aku tidak punya agenda kegiatan yang akan aku lakukan hari ini. Setelah bangun aku memasak sarapan berupa nasi goreng dan juga susu kedelai. Sangat lezat dan bergizi.

Cuaca sangat terik hari ini sampai-sampai membuatku merasa gerah dan sangat malas untuk keluar rumah tentunya. Akan lebih menyenangkan di rumah saja sambil bermalas-malasan dan hanya menghabiskan waktu dengan istirahat, menonton tv atau bermain bersama adik-adik. Apa lagi acara tv juga menarik, ada film bollywood yang tidak pernah jemu untuk ku tonton. walau sebenarnya film-film yang diputarkan telah berulang kali kutonton. Selamat siang dan selamat beristirahat saja kawan
***

Sore tadi aku sempat mengirim Ai pesan hanya untuk sekedar basa-basi sebenarnya, namun tanggapan Ai malah serius. Entah mengapa dia katanya sudah ada di kotanya, padahal biasanya dia bila hari sabtu selalu pergi ke ibu kota provinsi dan baru kembali tengah malamnya. Dia pun tidak mau bercerita hanya menyuruhku datang ke tempatnya nanti baru diceritakan bila sudah bertemu. 

Permintaannya tidak langsung aku turuti karena aku sendiri masih malas ke sana. Apa lagi mengingat sikapnya yang kemarin sempat membuatku sakit dan kecewa. Jadinya aku mengajukan syarat padanya baru aku akan pergi ke sana untuk menemuinya. Syaratnya supaya dia besok mengajakku pergi berenang, itu saja sangat mudah bukan? Bukannya menerima malah dia mensyaratkan balik agar aku yang membayar semua biaya untuk pergi bereneng esok hari. 

Sebenarnya aku tidak mau jika harus begitu. Aku mau dia yang bayar semuanya sebagai bentuk dia menyenangkan aku atas sikapnya yang kemarin. Tapi karena malas berdebat yang hanya akan membuang tenaga dan akhirnya aku juga yang harus mengalah maka dari awal saja aku mengalah. Aku menyatakan setuju dengan semuanya tapi tidak dalam arti yang sebenarnya. Aku tidak akan ke sana malam ini karena bila harus membayar semua untuk apa ada dia. Aku bisa sendiri saja.

Tidak berguna juga dia jadi kekasih bila tidak bisa menyenangkan dan memanjakan aku. Bila hanya selalu di sakiti dan serba harus sendiri maka aku tidak butuh dia. Aku bisa mencari yang lain yang dapat membahagiakan aku tentunya. Ya andai saja semudah itu sudah dari dulu aku tinggalkan dia dan berpaling pada yang lain. 

Aku terlalu mencintai dia dan tidak dapat melupakan semua yang telah kami lalui bersama. Walau seringnya dia membuat hatiku sakit dan perasaan ku terluka serta penuh kekecewaan berhubungan dengannya, aku tetap butuh dia. maka untuk itu akau hanya akan menghukumnya dengan yang pantas dia dapatkan yaitu memanfaatkannya saja untuk kepentinganku.

Aku terlalu lelah bila menghadapi dia terus maka akan aku lakukan dengan caraku untuk melewati semua agar tampak lebih menyenangkan. Biar saja apa anggapan dan penilaian orang padaku yang penting aku senang dan tidak makan hati. Dan dia tetap akan terikat dan aku buat bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi antara kami. Sangat membingungkan bukan? memang sudah begitu adanya jadi tak usah terlalu dipikirkan. Cukuplah dui sini dulu dan semoga esok ada waktu dan kesempatan bertemu lagi. Selamat malam kawan...
@@@

Jumat, 11 Januari 2013

11 Januari 2013

11 Januari 2013

Pagi ini semua telah kembali membaik berkat kesediaanku untuk mengalah dan menekan perasaan kesalku pada Ai. Namun dia tetap saja tidak pernah mengerti atau paling tidak mencoba mengerti. Sangat tidak mungkin sepertinya mengharapkan itu darinya. Padahal dulu dia sangat berbeda dan aku sangat menyukai sifatnya yang dulu. Tapi sudahlah tidak perlu mengeluh lagi di pagi yang indah ini. Aku tidak ingin merusak hari yang indah dan cerah ini.

Aku berangkat kerja dengan lebih ringan seperti tanpa beban. Walau sedikit terlambat namun akhirnya tiba juga di kantor. Awalnya tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakan tapi setelah sekitar setengah jam kemudian baru diberi tugas untuk menyebarkan undangan untuk acara olahraga besok sore. Sebenarnya bukan tugasku sih namun karena bosku adalah panitianya makanya aku diminta membantu menyebarkan undangannya. Setelahnya aku pun pulang dan beristirahat karena sedikit merasa lelah.

Sorenya aku hanya duduk-duduk saja di kantor tidak ada yang di kerjakan lagi. Jadinya aku hanya mendownload game saja sambil menunggu waktunya pulang. Sekitar jam 17.00 WIB akhirnya aku dapat pulang ke rumah.

Malam ini aku akan menghabiskan waktuku dengan menonton acara pencarian bakat. Memang aku suka sekali dengan acara-acara pencarian bakat, seperti memberikan inspirasi buat diriku sendiri yang menonton di rumah. Aku juga bermain game bersama adik-adikku untuk menghibur mereka juga di saat liburan sekolah seperti sekarang ini. Hari ini semua berjalan lancar semoga saja esok juga demikian.

Baiklah kawan kini saatnya istirahat dan aku pun harus pamit.  Semoga hari kalian juga indah seperti diriku. Selamat istirahat, sampai jumpa dan selamat malam...
@@@

Kamis, 10 Januari 2013

10 Januari 2013

10 Januari 2013

Hari ini saat aku bangun pagi aku tahu apa yang benar-benar aku inginkan dan apa yang akan aku lakukan untuk mendapatkannya. Dan semua itu butuh kerja keras dan perlu pengorbanan. Aku akan bersenang-senang memanjakan diriku sendiri dan tidak perlu pertimbangan khusus untuk itu. Namun seperti yang ku katakan tadi perlu sebuah pengorbanan dan yang akan ku korbankan adalah waktu kerjaku hari ini. Aku tidak akan masuk kerja secara penuh.

Aku hanya ke kantor sebentar saja, mungkin hanya satu jam di sana lalu aku akan pulang. Aku akan mempersiapkan diri untuk pergi berenang dan perlengkapannya serta seragam untuk besok bekerja. Aku akan pergi bekerja dari tempat Ai besok pagi. Semoga semua lancar dan sesuai rencana.
***

Acara berenang berlangsung menyenangkan. Aku, Ai dan keponakan-keponakanku berenang walau hari sedikit terik dan menyengat kulit. Namun karena air sangat dingin dan suasana yang tidak begitu ramai membuatku sangat antusias. Malahan aku dan Ai sempat bermesraan di dalam air dan bahkan lebih dari itu. Semuanya sangat menyenangkan, hanya saja kakak terlalu cepat mengajak pulang jadinya semuanya pulang kecuali aku. Aku tetap tinggal dan melanjutkan berenang sampai pukul 16.00 WIB. Karena suasana menjadi ramai dan tidak menyenangkan akhirnya aku pun pulang.

Sorenya aku ketiduran karena lelah. Saat bangun Ai datang dan terjadi sedikit pertengkaran antara aku dan Ai. Aku kesal dengan sikapnya yang selalu saja suka memaksa bila ada maunya. Dan itu semua harus diturutin. Namun kalau aku yang bertingkah seperti itu dia selalu menyalahkan aku dan ujung-ujungnya ribut. Selalu aku yang harus mengalah padanya. 

Kadang-kadang aku berpikir untuk mengakhiri hubungan dengannya namun selalu saja tidak pernah berhasil. Telah berulang kali aku coba namun tetap saja aku menginginkan dia ada di sisiku lagi. Selalu saja hatiku membuat aku harus jujur bahwa aku butuh dia dan kemudian aku kembali padanya. Padahal begitu banyak pertengkaran dan masalah yang kami alami membuat aku selalu merasa hubungan ini seharusnya sudah lama berakhir. Kembali lagi aku tidak bisa mengakhiri semua ini.

Aku akan mengalah dan terus mengalah agar hubungan ini terus berlanjut walau hatiku miris menahan luka saat disakiti olehnya. Seperti saat ini aku kembali mengalah dan semuanya akan baik-baik saja dan aku akan terus menyimpan sakit dalam hati. Mungkin  kalian berpikir bahwa aku bodoh. Namun memang nyata aku telah bodoh oleh cinta ini dan entah sampai kapan begini aku tidak mengerti. Semoga akan ada kebahagiaan di setiap akhir ceritaku seperti di kisah-kisah cinta bahagia. Semoga saja.
@@@

Rabu, 09 Januari 2013

9 Januari 2013

9 Januari 2013

Pagi ini aku bangun dengan perasaan bahagia. Moodku pun telah kembali seperti seharusnya. Mungkin karena ada Ai di sampingku pagi ini. Semalam aku tertidur pulas dalam pelukannya. Hangatnya pelukan itu seperti yang selalu aku inginkan dalam setiap hariku. Sungguh hangat apa lagi sikap Ai romantis dan membuatku ketagihan akan kasih sayang dan cintanya. Aku benar-benar tergila-gila padanya. 

Aku bersiap-siap kembali ke kotaku untuk bekerja. Namun sepertinya Ai lebih senang bila aku membolos dan tinggal bersamanya hari ini. Tapi dengan lembut aku menolak permintaannya. Aku harus ke kantor karena ada yang harus aku kerjakan selain itu juga aku sepertinya besok akan ikut pergi berenang dengan Ai, kakak dan keponakan-keponakanku. Jadinya besok aku akan izin tidak masuk kantor atau masuk sebentar baru kemudian pergi berenang. Kita lihat saja yang mana yang paling memungkinkan dan mudah.

Sesampainya di kantor aku mampir dulu di kantor lama. Aku ikut sarapan di sana karena jarak kantinnya lebih dekat dibandingkan jarak kantin di kantor lama. Di sana ada rekan-rekan kerja di  kantor lamaku yang juga sedang sarapan jadinya aku bisa bergabung dengan mereka untuk sarapan bersama. Menyenangkan rasanya walau sudah tidak satu kantor lagi namun mereka masih ramah dan tetap menyambutku. Sepertinya keakraban kami masih akan berlanjut walau tidak satu kantor lagi.

Setelahnya aku langsung pergi ke kantorku sendiri. Di ruangan baru ada 3 orang yang datang padahal sudah pukul 08.30 WIB. Sekitar pukul 09.00 WIB baru mulai ramai. Aku ditugaskan bosku untuk ikut ke sebuah acara sebagai tenaga bantu. Aku langsung menuju tempat tersebut namun sesampainya di sana tidak ada yang perlu dikerjakan dan malah hanya berdiri sambil mengobrol dan makan kue. Sangat membosankan sampai-sampai aku sempat ketiduran. Karenanya aku langsung permisi dan pulang ke rumah. Di rumah aku sempat beristirahat sambil menonton tv sampai jam 14.00 WIB. Baru kemudian aku kembali ke kantor dan seperti yang kuduga tidak ada yang harus dikerjakan. 

Aku sempat chat dengan Ai sebentar dan dari chat kami aku putuskan untuk ikut berenang besok. Aku akan ke kantor sebentar baru kemudian pergi ke tempat berenang. Ai juga meminta tolong di carikan pinjaman sekitar 4 jutaan untuk keperluan kantornya dan dalam seminggu akan dikembalikan. Aku tidak berjanji namun akan berusaha untuk mencari pinjaman. Walau rada malas berurusan dengan yang namanya pinjam meminjam uang alias hutang. Takut jadi masalah di kemudian hari. Tapi sudahlah tak menjadi soalan yang penting untuk dipikirkan.

Oh ya Uya juga mengirim pesan kepadaku siang tadi. Ya dia hanya menanyakan apakah aku sudah tidak gundah dan galau lagi karena kepindahan kerjaku. Ya aku hanya menjawab bahwa semuanya biasa-biasa saja. Aku sebenarnya ingin juga pergi dengan Uya cuma aku gak tau apa dia mau dan sempat. Lagian mungkin ini bukan saat dia gajian jadinya gak enak kalau minta ditraktir walau dia sering menawarkan. Hehehe...

Malam ini aku hanya akan di rumah sambil beristirahat dan menonton tv. Malam ini juga ada acara film bollywood di Indosiar. Jadinya aku hanya akan tinggal di rumah dan beristirahat. Semoga saja esok akan cerah dan tidak ada satu halangan apa pun sehingga aku bisa ikut berenang dengan Ai, kakak dan keponakan-keponakan. Sampai jumpa esok hari dan selamat beristirahat ya...
@@@

Selasa, 08 Januari 2013

8 Januari 2013

8 Januari 2013

Hari ini semua terasa sangat membosankan. Ditambah lagi rasa malas yang menghiggapiku sampai-sampai aku malas untuk bangun pagi dan pergi ke kantor. Setelah bangun dan shalat subuh aku memutuskan untuk melanjutkan tidurku dan tidak masuk kantor pagi ini. Sekitar pukul 11.00 WIB aku baru bangun dan bersiap-siap berangkat ke kantor.

Ai sempat mengirimkan pesan dan memberitahukan bahwa dia sedang di kotaku lagi. Aku berharap dia punya inisiatif untuk datang namun tetap saja tidak bisa diharapkan. Alasannya repotlah kalau harus singgah dulu. Tidak bisa lama-lama karena ada kerjaan lagi, jadi tidak enak kalau cuma sebentar saja. Aku jadi bertambah kesal karena selalu saja dia yang meminta aku datang ke tempatnya. 

Lalu dia mulai membujukku datang ke tempatnya dengan iming-iming acara berenang di hari kamis bareng keponakan dan keluarga kakak. Namun aku tolak karena hari kamis aku harus kerja walaupun tidak ada yang di kerjakan. Kewajibanku tetap harus hadir di kantor kecuali aku minta izin. Tapi tidak etis rasanya baru beberapa hari kerja sudah minta izin libur. Lagian malas juga klo hari kamis maunya hari libur aja bisa lebih ramai dan seru karena bisa sekalian cuci mata. 
***

Sore harinya di kantor aku sudah di beri tugas mengetik daftar  nama-nama desa yang akan menerima kalender tahun 2013 yang dicetak oleh kantorku. Baru saja mengetik sudah di ajak ke gudang untuk mengambil ATK dan barang-barang persediaan untuk kantorku. Setelahnya aku melanjutkan ketikanku namun sampai di jam pulang kantor masih banyak yang belum terketik. Jadinya aku memutuskan untuk menghentikan ketikanku dan melanjutkannya esok pagi saja. 

Sepulang dari kantor akhirnya aku memutuskan ke tempat Ai walau rada kesal juga dengan dia namun kerinduanku mengalahkan rasa kesalku. Jadinya aku berangkat juga walau sempat ragu-ragu awalnya. Dan setelah tiba di tempat Ai dia sangat gembira melihat aku datang. mungkin ini menjadi kejutan baginya karena sebelumnya aku mengatakan malas ke tempatnya, jauh dan melelahkan. Dia sangat senang melihatku sampai-sampai dia mencumbuku langsung untuk melepaskan kerinduannya. Aku seperti biasa pura-pura jual mahal dan berlagak kesal. Padahal dalam hatiku aku juga benar-benar merindukannya. 

Setelah makan malam di rumah kakak kami kembali ke tempat Ai dan tanpa disadari kami saling melepas kerinduan karena sudah dua minggu tidak bertemu. Ai sangat romantis dan begitu juga aku membalas semua sikapnya dengan romantisme yang tiada tertahankan. Kami sangat bergelora dalam kerinduan dan api asmara. Sungguh indah terasa saat aku bersamanya. 

Setelah gelora itu terlampiaskan semuanya maka kami kelelahan dan kami kembali mengerjakan pekerjaan kamim masing-masing. Dia mengetik pekerjaan kantornya karena dia akan melakukan presentasi esok hari sedangkan aku mengetik kisahku untuk kalian baca. Setelah ini aku akan beristirahat karena esok aku harus berangkat pagi-pagi kembali ke kotaku untuk bekerja. Selamat beristirahat dan semoga esok bertemu kembali. Selamat Malam...
@@@

Senin, 07 Januari 2013

7 Januari 2013

7 Januari 2013

Cerita ku hari ini berawal dari pagi pertama aku berkantor di tempat baru. Asal kalian tahu ini sungguh sangat jauh dari kebiasaanku selama di kantor lama. Aku hanya duduk dan berdiam diri di kantor baru yang memang tidak ada yang perlu dikerjakan atau lebih tepatnya bermalas-malasan karena di kantor baru memang tidak ada kerjaan. Membosankan sekali sampai aku mengantuk di tempat dudukku. 

Aku mencoba menyibukkan diri dengan mengakses internet dari tabletku. Membuka facebook dan mengganti statusku dan berlanjut dengan mengakses youtube. Menonton video clip lagu-lagu film bollywood sampai lagu-lagu hitnya Beyonce yang sering menjadi lagu pilihan saat audisi ajang pencarian bakat. Memang lagu "Listen dan If I Were A Boy" yang di populerkan Beyonce sangat indah namun juga sulit karena jangkauan nadanya yang tinggi. Tapi bila berani menyanyikan lagu sesulit itu pastinya peserta audisinya sudah sangat percaya diri dengan kemampuan mereka. Artinya mereka memang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Bila tidak pasti mereka akan berpikir seratus kali atau mungkin juga mereka hanya peserta yang konyol untuk memberikan banyolan pada penonton.

Oh ya aku sempat mengirimkan pesan kepada Ai dan ternyata dia ada di kotaku. Aku jadi berharap dia datang menjengukku. Namun nyatanya dia langsung kembali ke kotanya. Dia menyempatkan menelponku sesaat mungkin hanya untuk basa-basi atau entahlah. Aku hanya bersikap sewajarnya di telpon dan tidak menunjukkan bahwa aku mengharapkan kedatangannya. Biar saja dia berpikir dan bila memang dia dapat berpikir menggunakan otaknya maka dia akan datang walau hanya untuk sebentar saja. Aku tak mau berharap lagi. Pikirku lebih baik aku pergi makan siang dan beristirahat saja agar perasaanku tidak kesal atau kecewa. Santap siang yang lezat...
***

Aku sangat terlambat balik ke kantor. Sekitar pukul setengah empat sore aku baru tiba di kantor, itu artinya hanya satu jam lagi waktu kerja yang tersisa. Namun ternyata walau datang terlambat di ruangan hanya ada tiga orang termasuk aku sendiri. Memang benar kantor baruku ini tidak begitu ketat dalam hal kedisiplinan. Benar seperti kata pimpinan di hari pertama aku melapor untuk bekerja di kantor ini, "Di sini semua pekerjaan santai saja namun tetap ada waktunya serius". Namun sepertinya akan lebih banyak waktu untuk bersantai.

Jadinya aku hanya bersantai sambil online, chatting dan mendonwload lagu-lagu. Sampai tiba waktu pulang aku langsung pulang dan memang tidak ada yang sangat berarti untuk dikerjakan. Aku menganggap saat ini aku sedang liburan dari pekerjaanku yang biasanya sangat padat dan sibuk. Kini menjadi berbeda 180 derajat dan tetap harus dijalani saja.

Sepulangnya dari kantor aku langsung pulang ke rumah dan hanya berdiam diri di kamarku sambil mendengar musik, chatting dan browsing internet. Bila Bosan aku selangin dengan bermain game dan bahkan aku mengajak adik-adikku ikut bermain game. Kami bermain game bersama hingga jam 22.00 WIB. Selanjutnya aku menonton tv sambil menunggu kedua mataku mengantuk dan aku dapat beristirahat.

Semoga kalian juga dapat beristirahat dengan tenang dan dapat bangun pagi dengan perasaan segar dan bugar kembali. Dan bila tuhan masih memberikan umur panjang esok aku juga akan menuliskan kisahku dan semoga kalian tidak pernah bosan. Terima kasih dan selamat malam...
@@@

Minggu, 06 Januari 2013

6 Januari 2013

6 Januari 2013

Pagi yang indah tidak dapat kunikmati karena mentari pagi mendahuluiku. Sedangkan aku baru bangun sekitar pukul 10.00 WIB itu pun dengan malasnya. Tapi semuanya tidak seperti hari kemarin dimana suasana hatiku sangat tidak menentu. Hari ini semua telah aku terima dan apa pun yang akan terjadi esok hari ku serahkan saja pada tuhan karena dia yang maha mengetahui segalanya.

Suasana hati yang sedang baik ini membuat aku jadi sedikit bergairah buktinya saja aku membantu mamaku mempersiapkan makan siang. Hari ini bu akan memasak gulai buncis dan wortel serta telur. Sangat lezat pastinya apa lagi masakan seorang mama yang penuh dedikasi dan cinta kepada keluarganya. Sementara itu aku membersihkan kacang kedelai yang akan direbus dan menjadi makanan tambahan pengganti susu sapi. 

Tidak hanya itu saja, hari ini aku juga membantu mama mengupas ubi yang nantinya akan dibuat menjadi kolak ubi mandi susu cokelat. Sebenarnya tidak ada susu atau pun coklat dalam masakannya namun karena warnanya yang mirip susu cokelat yang berasal dari warna santan dan gula aren makanya kusebut kolak ubi mandi susu cokelat. Rasanya enak manis dan benar-benar nikmat. Pasti kalian ingin mencobanya bukan? Mudah saja tinggal berbelanja ke pasar untuk membeli bahan-bahanya dan langsung  dimasak. Bahan-bahanya mudah dan murah kok.

Oh ya ngomong-ngomong masalah belanja aku jadi teringat masa kecilku dulu aku juga sering berbelanja ke pasar. Aku sering di suruh mama berbelanja walau kadang semua yang aku beli benar dan kadang juga salah. Kalau salah aku sering dimarahi mama namun ternyata ada hikmahnya sampai sekarang. Aku jadi bisa selektif dalam membeli segala sesuatu. Aku akan berpikir seratus kali dalam membeli barang mulai dari kualitas, harga sampai manfaatnya. Kalau tidak benar-benar aku perlukan maka aku tidak akan membeli suatu barang walau harganya sedang murah.

Tidak hanya urusan berbelanja saja, dulu sebenarnya aku juga pintar memasak walau sekarang sudak tidak lagi. Masa masih sekolah SMA aku sudah belajar meracik bumbu-bumbu untuk makanan yang sering di masak mamaku. Aku selalu memperhatikan mama kalau sedang memasak. Aku ingin saat selesai dari SMA aku dapat melanjutkan studiku di universitas di ibu kota provinsi. Kuliah di luar kota yang jauh dari orang tua dan menjadi anak kost tentunya aku harus pintar dalam memasak agar tidak hanya makan mie instan setiap harinya. Bagaimana mau pintar jika makanya selalu mie instan yang ada malah jadi penyakit. 

Tapi semua tidak pernah sesuai keinginan. Tuhan menentukan jalan hidupku tidak demikian jadinya. Dari SD sampai kuliah SI aku tetap saja tidak pernah keluar dari kotaku. Jadinya semua yang kupelajari tentang meracik bumbu dan memasak tidak pernah aku praktikan sehingga terlupakan semuanya seiring berjalan waktu. Apa lagi sekarang setelah jadi karyawan jangankan untuk memasak aku bahkan sangat jarang ke pasar. Tapi paling tidak sampai sekarang aku masih ingat kok cara memasak air. Hahaha...
***

Malam hari aku tetap bersantai dengan keluargaku. Kami berkumpul menonton tv sambil makan es krim bersama-sama. Suasana berkumpul yang damai dan tanpa ada pertengkaran yang seperti ini sangat menyenangkan. Memang keadaan rumahku yang termasuk keluarga "broken home" sangat susah menebak keadaan yang terjadi setiap waktunya. Kadang kala akur dan tenang seperti ini kadang bisa sangat gaduh dalam ppertengkaran yang membuatku tidak betah di rumah.

Keadaan rumah yang semacam ini membuatku sering keluar rumah dan bahkan menginap di tempat kawan atau di tempat Ai. Aku jadi teringat dengan kawan-kawanku satu organisasi dulu. Biasanya kalau malas tidur di rumah aku sering menginap di tempat kawanku dan mengajak kawan-kawan lainnya juga untuk ikut menginap. Jadinya bukan menginap sih tapi lebih ke acara kumpul-kumpul sambil bergadang ngobrol panjang lebar. Mulai masalah gosip, kehidupan pribadi sampai masalah politik kadang jadi topik bahasan. 

Namun semuanya tentunya dengan ciri khas banyolan masing-masing yang mengocok perut hingga tertawa ngakak. Aku jadi rindu suasana seperti itu. Namun sayang kini kawan-kawanku sudah berpencar dengan alasan kesibukan masing-masing bahkan ada yang sampai ke kota lain yang jauh untuk bekerja. Semoga mereka tidak pernah melupakan aku dan pengalaman yang kami lalui bersama. Ikatan persahabatan akan melekat selamanya seperti sebuah kalimat favorit ku "always be friends forever". 

Malam ini jujur entah mengapa aku mengharap Ai datang ke rumahku secara diam-diam dan memberiku sebuah kejutan manis. Namun aku seketika itu juga tidak ingin hal itu terjadi. Lebih baik kalau dia tidak datang jadi aku akan lebih berkonsentrasi dengan rencanaku dalam menata kembali sifat dan watakku tanpa ada pengaruh darinya. Karena aku yakin kehadirannya dapat mempengaruhiku secara emosional. 

Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya lebih jauh. Cukup sampai di sini saja ceritaku hari ini. Sudah saatnya beristirahat agar esok dapat bangun lebih cepat untuk bekerja di tempat baru walau aku tidak menyukainya. Namun tidak pantas rasanya menunjukkan ketidakdisiplinan di hari pertama bekerja di tempat baru. Aku akan bertahan untuk tetap menjadi diriku sendiri dan tak perlu yang aku buat-buat mengikuti orang lain. Semoga esok akan lebih baik dan semuanya dapat berjalan lancar. Selamat malam sampai jumpa esok hari bila tuhan masih memberikan kita umur dan kesempatan.
@@@

Sabtu, 05 Januari 2013

5 Januari 2013

5 Januari 2013

Hari libur kembali tiba. Akhir pekan waktunya berlibur dan menyenangkan diri dengan segala katifitas yang menyenangkan hati sehingga akan kembali fresh saat hari senin tiba nantinya. Tapi sayangnya bagiku semuanya tetap sama saja. Aku hanya akan menghabiskan hari-hari liburku di rumah saja. Aku hanya mengisi waktu liburan dengan kegiatan bermalas-malasan seperti pagi ini. Aku sengaja bangun terlambat karena hari-hari lain aku harus bangun cepat dan cuma dua hari libur ini dalam setiap minggunya aku bisa bermalas-malasan untuk bangun telat. 

Setelah bangun sekitar jam 10 aku langsung sarapan dan syukur mamaku telah memasak mie. Jadi aku tidak perlu repot-repot memikirkan mau sarapan apa. Semua sudah tersedia aku tinggal lahap saja dan menikmatinya. Setelahnya aku hanya menonton tv saja walau acaranya tidak begitu menarik. Dari pada keluar tanpa jelas tujuan kemana, tanpa agenda jelas begitu mendingan tetap di rumah saja. Itu lebih baik pikirku.

Uya mengirimiku sebuah pesan yang berisi ajakan untuk jalan-jalan di sore ini. Namun aku langsung saja secara spontan menolak ajakannya. Aku tidak mempedulikan perasaannya karena perasaanku sendiri sedang tidak dapat terkendalikan dan sungguh keruh tak dapat ditebak. Uya sempat menelponku namun karena aku sedang menonton tv di ruang depan maka aku tidak mendengar nada dering ponselku. Jadinya aku menemukan sebuah panggilan tidak terjawab darinya dan sebelumnya ternyata Ai juga sempat menelponku tapi tidak juga terjawab. Aku benar-benar ingin sendiri dan sepertinya itu cukup menyenangkan untuk saat ini. Tidak ingin ada Uya atau pun Ai, cukup aku saja dan ketenangan.

Saat senja datang rasanya ada sebuah dorongan untuk keluar rumah dan menikmati matahari yang hampir terbenam sepenuhnya. Namun aku tahan hasrat itu agar aku tidak melanggar niat awalku untuk tidak keluar rumah dan berbaur dengan keramaian di luar sana. Aku berhasil dan rasanya sangat melegakan sekali. Bila tidak berhasil, mungkin malam ini aku sudah berangkat ke Medan juga untuk jalan-jalan. Untung saja semuanya masih dapat aku kendalikan dan aku tetap bisa dengan rencana semula untuk bermalas-malasan di rumah saja selama hari libur.

Malam ini Uya menelponku lagi. Dia mencoba menghiburku agar tidak bersedih gara-gara pemindahan kerjaku. Uya mengatakan sikapku berubah drastis tidak seperti biasanya. Sepertinya sikapku  saat ini bukanlah sikap yang merupakan jati diriku. Menjadi sangat tertutup, dingin dan kaku. Padahal sebenarnya inilah sifat asliku yang dari dulu aku coba hilangkan. Namun kini sepertinya semua sifat itu muncul kembali secara tak disengaja. Naluri alamiah yang memunculkan semua sifat itu. Mungkin sebagai bentuk pertahanan diri atau penyesuaian diri dengan lingkungan baru. Perubahan sikapku yang mengikuti perubahan lingkungan sekitarku. Aku berubah menjadi defensif. 


Hari ini tanpa terasa telah berlalu dan akan berganti dengan hari yang lain. Waktu terus berjalan dan tidak dapat dihentikan. Semoga esok akan ada kebahagiaan yang datang bersama waktu dan hari ini pun berakhir. Selamat malam, selamat beristirahat dan semoga mimpi indah.
@@@

Jumat, 04 Januari 2013

4 Januari 2013

4 Januari 2013

Hari ini aku merasa seperti ada ribuan cemeti yang memecut jiwaku dari setiap arah. Semangatku memudar dan berubah menjadi kebisuan yang terus saja menyeretku dalam keputus asaan. Aku tidak dapat melawan dan hanya mengikuti intuisi agar lebih baik menyerah saja tak perlu ada perlawanan. 

Aku melapor akan kepindahanku di kantor baru. Sambutan yang di berikan cukup menyenangkan baik oleh karyawan lainnya mau pun atasan baru di sana. Tapi apa pun keadaannya yang baru tidak akan menjadi menyenangkan bila memang tidak ada hasrat dan minat terhadap pekerjaan di tempat baru. Semuanya hanyalah keterpaksaan dan kelemahan sebagai orang yang tak dapat dan tak diberi kesempatan untuk menentukan serta memilih apa yang memang diminati. Entahlah, bagaimana semua ini akan berakhir kita akan lihat saja nanti.

Ai dan Uya sama-sama memberikan dukungan untukku agar bersemangat di tempat kerja baru. Namun sepertinya keduanya tidak mengerti apa yang aku katakan pada mereka berulang kali bahwa aku benci dengan semua pemindahan ini. Apa lagi bila nantinya ditugasi untuk memberikan penerangan dan turun ke jalan-jalan. Membayangkannya saja sudah membuat aku jijik apa lagi bila sampai kejadian. Oh tidak akan pernah. Aku benci hal-hal seperti itu dan tidak akan pernah tenang dan rela melaksanakannya. 

Sepertinya hari ini saja aku telah merasa terusir dari kantor lamaku dan di kantor baru sore ini aku mulai tidak menyukai suasananya yang mungkin akan sangat berdampak pada semangat untuk bekerja. Aku merasa seperti berada dalam lingkungan kerja yang sangatlah salah dan tidak cocok untukku. Aku menjadi terdiam dan rasanya semua sikap introvert yang dulu pernah aku coba hilangkan kini menjadi berkembang kembali bak jamur di musim hujan. Itu menjadi suatu cara yang alami buat diriku menghadapi lingkungan dan situasi yang tidak aku sukai seperti saat ini. Semoga ini tidak akan terus bertahan lama atau semua usahaku untuk menghilangkan sikap dan kebiasaanku yang tidak aku inginkan akan menjadi sia-sia dan bahkan sikap itu nantinya menjadi semakin parah.

Aku menjadi tidak tahan dengan suasana yang aku hadapi sekarang ini. Aku memutuskan lebih baik aku pulang saja dan tidak perlu mempedulikan keadaan yang semakin menekan jiwaku. Aku tidak mau memusingkan diri dan pikiranku hingga berujung pada stress. Rasanya cukup sudah tekanan oleh beban pekerjaan yang sebelumnya dan tidak mau terbebani lagi oleh masalah ini. Akan lebih baik aku menenangkan diri dulu di rumah dan semoga saja nanti hari senin ini aku akan lebih siap menghadapi perubahan suasana lingkungan kerjaku.


Aku berusaha tidak memikirkan masalah pekerjaan untuk saat ini. Sekarang waktunya berlibur dan memanjakan diri dengan segala yang menyenangkan hatiku. Aku malam ini hanya menghabiskan waktuku untuk menonton tv. Sangat kebetulan sekali adac acara tv baru mulai malam ini. Sebuah ajang pencarian bakat dengan nama "X Factor Indonesia". Sangat menyenangkan sekali melihat acara-acara seperti ini apalagi aku yang suka musik dan hobbi menyanyi walau gak pandai benar dalam hal tarik suara. Namun yang jelas ada jiwa seni dalam diriku.

Aku jadi teringat saat aku baru lulus SMA dulu. Aku pernah mengikuti salah satu ajang pencarian bakat terheboh di Indonesia. Aku pernah ikut audisinya sekitar tahun 2005 atau 2006. Aku ikut audisi di kota Medan dan ternyata cukup menyenangkan dan menambah pengalaman baru buatku. Namun sayang karena audisi di medan merupakan salah satu kota audisi yang paling sulit apalagi dengan di terapkannya pra-audisi. Aku saat itu masih sangat canggung dan kurang berani sehingga dalam hal menyanyi aku masih tidak lepas dan full gerogi. 

Walau katanya suaraku unik dan aku punya ciri khas tapi aku belum dapat pergi ke Jakarta dikarenakan beberapa alasan terutama alasan finansial dan mental yang masih memerlukan persiapan. Maka tahun selanjutnya aku diminta untuk datang lagi dan selama masa menunggu itu aku dianjurkan mencari guru vocal agar aku bisa dilatih sehingga mentalku siap dan dapat tampil maksimal tahun depannya. Bila aku memang telah siap akan ada yang mendukungku terutama dalam hal finansial. Menyenangkan mendengar komentar yang sangat membangun seperti itu namun sayang aku tidak pernah kembali untuk audisi di tahun-tahun berikutnya sampai dengan sekarang. Alasannya karena setelah kegagalan di ajang tersebut ternyata aku mendapat kejutan karena berhasil di terima sebagai karyawan kantor. Selalu ada keberhasilan lain di balik sebuah kegagalan.
***

Ai malam ini akan pergi dan dia sempat pamitan denganku. Aku tidak begitu mempedulikannya karena aku sedang menikmati kesendirianku saat ini. Malahan aku secara terang-terangan mengatakan padanya bahwa aku ingin menyendiri agar dapat menenangkan diriku dahulu. Tidak ingin ada yang mengganggu dan mempengaruhiku. Biarkan saja aku menyendiri dan berpikir serta bersantai di waktu liburan akhir pekan ini. Sudah saatnya melakukan refresh otak, hati dan jiwa agar kembali bersemangat bila waktunya nanti. 

Malam ini di saat aku menuliskan semua ini waktu sudah sangat larut dan waktu tidur sudah hampir separuhnya berjalan. Aku terlambat dalam menceritakan kisahku pada kalian. Hal ini karena aku beberapa jam yang lalu sibuk membersikah rumah yang sedikit mengalami kebanjiran. Sebenarnya memang akan selalu begitu bila hujan deras, rumahku akan selalu kebanjiran. Namun sudahlah yang penting saat ini semuanya sudah beres dan aku dapat tidur dengan tenang. Selamat malam sampai jumpa esok hari.
@@@

Kamis, 03 Januari 2013

3 Januari 2013

3 Januari 2013

Hari ini hujan gerimis mengguyur seluruh kota. Awan kelabu berarak-arak membawa titik-titik air dan menumpahkannya ke bumi. Sudah dari semalam hujan gerimis itu tak juga reda. Sepertinya alam pun berduka bersama kedukaanku yang terlupakan oleh cinta namun tetap saja mengharapkannya. Sungguh menyedihkan untuk dikenangkan walau sekedar terbesit sejenak saja tanpa sengaja sekalipun. Kisah sedih yang belum juga berganti kebahagiaan. 

Seketika suasana hati yang tadinya berharap akan semangat baru  dalam memulai hari berubah menjadi kemurungan tanpa antusias. Sepertinya aku saat ini dikerubungi mega-mega duka yang sangat menghimpit dan menyesakkan dada. Seolah-olah tiada udara untuk bernapas lega, semuanya hanya kehampaan dan kesunyian yang merayap dan menggerogoti hingga ke setiap sendi. Apa lagi pagi ini di saat aku tiba di kantor, semua berita yang kemarin masih pantas untuk aku ragukan kini telah nyata dan tebukti jelas. Jadi bagaimanakah aku harus bersikap menghadapi kemelut yang tiba-tiba datang menyergap tanpa pertanda apa-apa. Aku hanya terdiam dan sesaat seperti kehilangan jiwa. Itu sangat tidak menyenangkan.

Benar aku pernah merasa begitu bosan dengan segala pekerjaanku yang selama setahun ini terasa sangat melelahkan. Namun tidak pernah terpikir olehku untuk pindah kantor karena bagiku itu bukan solusi mengatasi semua kebosananku. Rasanya cukup bagiku mengambil cuti dan liburan yang dapat menyegarkan jiwa dan pikiran sehingga akan siap kembali menghadapi semua tantangan pekerjaan tahun ini. Seakan-akan aku terpuruk dalam keputus asaan.

Kemudian aku mencoba membangkitkan harapanku untuk suatu peluang yang baru. Merenda asa akan bantuan atasan kantorku dalam menyelesaikan permasalahan ini. Namun semuanya pupus juga tiada  meninggalkan bekas. Semuanya tidak mampu melawan sebuah ketetapan dari pejabat yang lebih berkuasa. Malah mereka juga menerima imbas dari sikap mereka membelaku. Sikap dan perlakuaan yang sangat tidak terhormat seolah-olah bukan keluar dari sebuah cerminan orang yang patut dihargai melainkan seorang begundal jalanan yang tidak terpelajar. Dan lagi-lagi ini membuatku miris hati karena secara tidak langsung akulah penyebababnya. Sungguh-sungguh miris.

Hari ini aku menerima satu kenyataan bahwa mau atau tidak aku akan dipindahkan dari kantorku yang sekarang ke kantor yang baru. Suka atau tidak semuanya harus dijalani dan tiada tawar-menawar akan semuanya itu. Maka aku akan berdamai dengan diriku sendiri dan menjalani semua keputusan yang diberikan  kepadaku walau jauh di lubuk hati aku membenci keputusan ini. Bukankah tiada guna melawan arus? Akan lebih baik mengikuti arus agar menghemat tenaga dan berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri ketepi. 
***

Tadi siang aku sempat bertemu dengan Uya. Kami sempat berbincang hampir 40 menit lamanya hanya dengan berdiri saja. Uya tahu aku di mutasi namun bukanya menghiburku malah membebaniku dengan sikap yang sangat kolokan. Dia mengambek hanya karena aku telat membalas pesannya. Membuat hatiku meradang dan berang sampai-sampai aku membalas semua komplainnya dengan mengatakan ketidaksukaanku terhadap sikapnya itu. Seharusnya dia dapat bersikap lebih dewasa dan bertanya dengan baik agar semuanya jelas. Akan lebih baik bila semuanya dapat dibahas dengan ketenangan.

Namun dia malah mengatakan aku berubah. Sikapku tidak seperti dulu dan bahkan mencurigai bahwa semua penyebab perubahan sikapku karena tidak pernah ada kemesraan diantara kami. Aku tidak dapat menerima semua ucapannya dan langsung saja membantahnya. Bermesraan bukan merupakan suatu keharusan dalam hubungan yang belum ada ikatan pasti. Bukan pula berarti aku menolak kemesraan di antara kami. Tapi aku ingin semua itu terjadi secara alami dan bukan karena keterpaksaan dan hanya dorongan agar sama dengan orang lain. Jangan membandingkan segala sesuatu dengan orang lain karena setiap orang berbeda dan berbeda pula cara menjalin hubungan di antaranya. 

Setelah berpanjang lebar berbicara dan saling mengungkapkan perasaan hati akhirnya semuanya lebih jelas walau sebenarnya tidak benar-benar dapat terselesaikan dalam waktu singkat yang hanya 40 menit itu. Akan butuh lebih banyak waktu untuk membahas semua keinginan dan meyamakan persepsi dalam menjalin sebuah hubungan. Perlu suatu pengertian dan itulah yang susah dimiliki oleh setiap pasangan. Banyak kita lihat pasangan yang sudah berumah tangga bahkan sudah memiliki putra dan putri mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya. Ada yang berhasil melaluinya ada pula yang tidak. Perlu sikap saling pengertian dalam melewati semua itu. Karena bila tidak benar-benar memahai dan mengerti pasangan kita maka pasti kehancuran juga di ujung-ujungnya. 

Ah sudahlah kita lihat saja bagaimana  takdir tuhan membawa akhir hubungan ini. Seiring waktu akan ada jawaban dimana muara setiap masalah. Akan ada jalan keluar dari setiap labirin yang membingungkan dan menyesatkan walaupun butuh waktu lama untuk menemukannya. Sama halnya dengan semua permasalahan yang dihadapi saat ini. Masalah mutasi pekerjaan, hubungan asmara dengan Ai dan Uya  serta semua masalah lain dalam hidup pasti ada penyelesaiannya. Saat aku menulis semua ini aku telah ikhlas dengan semuanya. Aku yakin dan percaya semua dikehendaki tuhan karena dia maha mengetahui yang terbaik. 

Hanya itu kisahku hari ini. Semoga tidak membuat kalian ikut bersedih ataupun merasa bosan dalam membacanya. Sampai jumpa esok hari dan selamat malam.
@@@

Rabu, 02 Januari 2013

2 Januari 2013

2 Januari 2013

Hari ini segala sesuatu terasa berbeda dari beberapa hari libur yang baru aku lewati. Kini saatnya kembali ke rutinitas dunia kerja yang dapat menekan setiap saraf hingga mencapai titik jemunya di kemudian hari. Hari ini aku terbangun sedikit kesiangan namun masih sempat tiba di kantor pada waktunya. Perasaan kini telah lebih membaik dari pada sebelumnya, mungkin disebabkan libur panjang yang berdampak pada perubahan semangat kerja. Walaupun perubahannya sangat kecil.

Hari pertama bekerja di tahun 2013 ini akan menjadi titik awal dalam berkarir lebih baik di kemuadian hari. Tentunya aku harus menjaga sikapku agar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini serupa dengan pendapat salah satu rekan kantorku pagi ini. Ehm, patut dipertimbangkan.

Pekerjaanku hari ini adalah membereskan arsip tahun 2012 agar semuanya rapi dan tersimpan pada tempat yang seharusnya. Sebenarnya niat melakukan beres-beres ini sudah lama dan baru terwujud hari ini. Bukankah lebih baik terlambat melakukan dari pada tidak melakukan sama sekali? 

Aku terkenang masa sekolah di SMA dulu aku juga sering membereskan buku-buku di perpustakaan yang berantakan. Bahkan hampir setiap hari aku keperpustakaan dengan agenda untuk membaca buku namun berubah menjadi beres-membereskan dan merapikan letak buku-buku. Namun semua itu tidaklah menjadi beban bahkan entah mengapa itu menjadi menyenangkan bagiku. Sikapku itu ternyata menjadi perhatian dari petugas perpustakaan sekolah. Mungkin dia senang karena secara tidak langsung aku telah membantu meringankan pekerjaannya dengan suka rela lagi. Sudah tentu dia senang dan tidak keberatan.

Hari ini aku masih menunggu kabar dari Ai. Aku tidak akan menghubunginya atau menemuinya. Aku ingin dia yang menghubungiku terlebih dahulu. Tapi jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat rindu dan ingin bertemu dengannya. Aku tidak tahu apakah dia merasakan apa yang aku rasakan atau malah tidak mengingatku sama sekali. Sungguh tidak berhati dirinya bila  terus mengabaikanku hingga berhari-hari tanpa kabar berita seperti ini. Tak sabar rasanya diriku menanti kabarnya hingga berulang kali melihat ponselku dengan harapan ada pesan atau mungkin dia menelponku namun aku tidak mendengar nada ponselku. Namun layar ponselku hanya menunjukkan nama operator dengan latar belakang hamparan rumput dan pemandangan langit biru. 

Sampai malam ini dia belum juga menghubungiku atau mengirim pesan padaku. Aku sendiri tidak tahu dimana dia saat ini. Terakhir kali dia menghubungiku dia masih berada di luar kota dan berkata akan segera kembali. Tapi setelah itu tiada kabar berita hingga saat ini. Aku berharap dia mengirimkan pesan untukku namun yang datang malah pesan dari Uya. Tidak sesuai harapan dan apa lagi Uya mengirimi pesan tentang sesuatu yang membuatku menjadi bersemangat atau lebih tepatnya menambah keruh suasana hati. Sudahlah tidak ingin aku bahas lagi.

Satu hal yang paling mengejutkan hari ini adalah ada berita yang menyatakan kepindahan kantorku. Katanya seseorang telah melihat surat keputusan mutasi pegawai atas namaku. Aku sendiri heran dari mana asal muasal berita itu karena aku tidak pernah berniat pindah apa lagi ke kantor baru yang diberitakan itu sungguh tidak pernah terbayangkan olehku untuk bekerja di sana. Aku berdalih sepertinya aku tidak cocok di bidang itu karena tidak sesuai dengan  karakteristik diriku yang cuek dan tidak terlalu membuka pergaulan. Namun jika memang itu fakta mau tidak mau aku harus menerima karena keputusan itu menjadi hak atasan. entahlah kita lihat saja nanti apakah itu fakta atau hanya isu belaka.

Sepulang bekerja aku langsung pulang ke rumah dan tidak memiki niat untuk ke tempat lain. Sepertinya aku mulai betah berdiam diri di rumah dan mulai kehilangan minat untuk berkumpul seperti yang sering aku lakukan dulu bersama teman-temanku. Saat aku menuliskan ini semua aku sudah akan berencana tidur atau menonton tv sambil menunggu mengantuk. Baiklah kawan cukup sekian ceritaku malam ini. Selamat malam dan semoga mimpi indah.
@@@


Selasa, 01 Januari 2013

01 Januari 2013

01 Januari 2013

Hari ini adalah awal baru bagiku. Kisah lama dari setiap detik yang bergulir di masa tahun 2012 kini tertutup sudah. Langkah kaki yang telah lama menapak di masa-masa saat semuanya buram dan penuh kepalsuan kini akan tertinggal menjadi kenangan. Aku kembali menjejakkan langkah di awal baru. Harapan baru yang datang seiring pergantian tahun terasa begitu manis seolah nekhtar dari kembang surgawi yang selalu di kecap oleh kumbang-kumbang, kupu-kupu dan serangga lainnya. Ah sungguh indah tentunya.

Memang sudah menjadi kebiasaanku jika sudah berbicara pasti jadi panjang lebar keasyikan tak tentu jeda, sampai-sampai aku hampir lupa memperkenalkan diriku. Namaku Mudemi Farhany. Aku baru memasuki umur 25 tahun. Aku seorang karyawan dan tentunya masih single. Ada yang berminat? Aku masih membuka peluang. Hahaha... Satu lagi yang menurutku penting untuk diketahui bahwa aku humoris dan ekplosif dalam banyak hal. Dan aku yakin kalian akan bingung memahaminya. Ya memang begitu, jangankan kalian kadang kala aku sendiri tidak mengerti diriku sendiri. Ehm... pasti kalian bertambah bingung. Tapi sudahlah abaikan saja. Cukup kalian ingat bahwa ini adalah kisahku, kisah Mudemi Farhany. Itu saja dan sampai di sini apakah kalian sudah cukup paham? Karena bila di sini saja kalian tidak paham maka akan lebih sulit memahami kisah ku ini nantinya.

Aku akan mulai menuliskan kisahku dari hari ke hari. Dari yang menyenangkan hingga yang paling membosankan. Dan kisah itu akan aku mulai dari hari ini...
@@@

Sejak jam menunjukan pukul 00.00 WIB maka segala gempita meyambut pergantian tahun dimulai. Hiruk pikuk dan euforia manusia yang bergelut dan bersaing dengan kebisingan suara kembang api yang saling sahut menyahut menandakan tahun baru telah datang. Walau aku tidak berada dalam kerumunan masa yang bersuka cita menyaksikan rona-rona lagit yang bak pelangi, namun rasanya seluruh suara manusia yang bak lautan membahana sampai ke telingaku yang sedang bersantai di rumah tanpa semangat layaknya orang-orang di luar sana. Aku lebih memilih tinggal di rumah dan menonton tv dari pada berdesak-desakan dalam lautan manusia. Sebenarnya ini bukan ciriku. Aku yang biasanya gila    pentas dan perkumpulan serta tentunya keriuhan kini menjadi tidak bersemangat dengan semua itu. 

Aku tahu pasti kalian berpikir apa penyebab semua itu. Dan sudah barang tentu segala sesuatu pasti ada sebabnya. Jawaban pertanyaan kalian itu sebenarnya sangatlah simple saja. Aku sudah menikmati suasana rumahan. Sebenarnya sudah dari empat hari yang lalu aku merencanakan liburan akhir tahun sekaligus menyambut tahun baru. Namun semua rencanaku gagal. Padahal jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan tiga rencana untuk liburanku. Satu rencana utama dan dua lagi rencana cadangan. namun semuanya kandas bersama harapanku. Gambaran kegembiraan yang sudah aku sketsa dalam imajinasi kini menjadi buram tak berbentuk.

Jadinya aku selamat hari-hari libur panjang ini hanya berdiam diri di rumah. Hari demi hari berlalu tanpa terasa dan untuk mengisi waktu libur itu aku hanya makan, tidur, menonton tv atau bermain game saja. Sungguh tidak produktif dan tidak ada satu pun kegiatan itu yang termasuk dalam rencana liburanku. Aku tahu apa yang ingin kalian katakan, membosankan. Ya memang begitulah waktu berlalu dengan kebosanan hingga akhirnya aku berdamai dengan kebosanan dan mulai menikmati semuanya. Walau sebenarnya masih ada yang mengganjal di hatiku terutama Ai yang telah beberapa hari ini mengabaikanku seolah aku tidak berarti apa-apa baginya. 

Ya aku tahu kalian bertanya siapa lagi Ai itu. Maka akan ku jawab bahwa Ai adalah salah satu bagian yang susah di mengerti dalam hidupku. Ai adalah salah satu cintaku. Cinta pertamaku atau mungkin cinta sejatiku. Entahlah, tapi selain Ai aku juga menjalin hubungan dengan Uya. Eh bukan Uya Kuya yang artis itu. Jangan salah, ini Uya ku yang dari sudut mana pun dilihat tidak ada kaitan maupun kemiripan dengan Uya Kuya. Aku dan Uya menamakan hubungan kami hubungan tanpa nama. Entah ini cinta atau bukan namun kami tetap saling berkomunikasi layaknya orang pacaran.

Ya aku paham kalian kalian pasti bingung dengan hubungan asmaraku. Memang pada awalnya ini sangat membingungkan bila tidak aku jelaskan duduk perkara awal mulanya hubungan asmaraku baik dengan Ai maupun Uya. Maka mari kita flash back sebentar dari awal perkenalanku dengan Ai maupun Uya.
***

Ini mulanya terjadi sekitar tahun 2008 dimana aku baru mengenal yang namanya dunia maya alias internet. Lebih tepatnya aku terkena pengaruh penyakit kejiwaan yang aku beri nama syndrome chatting. Sebab penyakit ini luar biasa berpengaruh padaku sampai-sampai merubah pola hidupku. Bayangkan saja bagaimana tidak berubah drastis namanya jika seseorang yang biasanya pada jam  sepuluh malam tidak akan mampu menahan kantuknya dan dimana pun berada bila pada jam tersebut pasti terkantuk-kantuk atau bahkan tertidur, berubah menjadi tukang bergadang hingga jam enam pagi. Akan tidur  jam enam dan kembali bangun pukul setengah delapanya untuk bekerja lalu kembali tidur jam lima sorenya hingga menjelang mangrib. Setelah magrib kembali terbangun dan terus berulang seperti sebelumnya.  Dan asal kalian tahu bahwa selama bergadang aku menghabiskan waktu hanya untuk berlama-lama di depan laptop untuk chatting. Inilah yang kusebut Syndrome Chatting.

Dari setiap chatting aku menemukan kenalan baru di dunia maya. Ada yang berasal dari daerah yang dekat dengan ku ada juga yang jauh. Dan namanya kenalan di dunia maya pasti ada yang membuat penasaran sehingga berbagai rencana bertemu di susun sedemikian rupa. Istilah trendnya "Copy Darat atau Copdar". Mulai dari kota terdekatku, ibu kota provinsi sampai provinsi lain juga aku datangi untuk sekedar copdar dengan teman dunia maya. Ada yang asyik hingga persahabatan terus terjalin ada pula yang setelah itu tidak jelas dan hilang kabar beritanya. Namun dari semua tidak ada yang berhasil membuatku jatuh hati. 

Hingga suatu saat di akhir penghujun bulan Oktober aku berkenalan dengan Ai di dunia maya. Kami mulanya berteman seperti biasa tak ada yang menarik perhatian satu sama lain. Karena satu prinsip di dunia maya jangan percaya begitu saja pada orang yang baru kau kenal melalui internet. Dan dari hasil perbincangan panjang ternyata Ai tinggal di kota yang dekat denganku. Kira-kira hanya butuh satu sampai satu jam setengan perjalanan darat. Dan akhirnya  kami sepakat untuk copdar. 

Hari itu hari Jum'at tanggal 31 Oktober. Sekitar jam 17.00 WIB aku berangkat dari tempatku menuju kota Ai. Ai berangkat dengan motor untuk menghemat biaya. Namun karena aku jarang berpergian keluar kota dengan naik motor jadinya aku baru tiba sekitar jam 20.00 WIB. Aku pertama melihat Ai dari jauh dan ada rasa salah tingkah dan sedikit gerogi. Sepertinya ada gunung es di antara kami.  Tapi setelah berbincang seolah-olah semuanya mencair sendirinya. Aku sangat senang berbincang dengan Ai sampai lupa waktu. Dan aku lupa akan sangat susah pulang nantinya apa lagi naik motor dengan jarak jauh. Tapi secara spontan Ai menawarkan aku agar menginap di rumah kakaknya. Awalnya aku segan namun tak ada pilihan lain.

Malam itu aku menginap di rumah kakaknya Ai. Semuanya tidak terduga dan sayangnya aku menikmati keadaan itu. Aku cukup lelah untuk berpikir dan langsung tidur. Lampu kamar telah ku matikan dan aku terlelap. Entah kapan, secara tak sadar Ai telah  di ranjangku dan semuanya yang terjadi selanjutnya di luar kendali otak ku. Aku sangat menyesali semua kejadian itu dan sebenarnya marah kepada Ai dan memutuskan tidak akan bicara dan bertemu dengannya lagi. Tapi nuraniku tidak dapat aku dustai. Aku menyukainya dan ada rasa ingin selalu bersamanya. Apakah itu cinta atau hanya sekedar hasrat saja aku tak tahu. Semenjak kejadian itu aku dan Ai jadian. 

Perjalanan asmara kami awalnya sangat bergairah dan lancar-lancar saja. Namun bukan berarti tidak ada perselisihan dan pertengkaran. Kami meyakini semua itu adalah bunga-bunga masa pacaran dan pasti akan terlewati. Singkat cerita aku dan Ai sering mengalami putus nyambung. Bahkan sempat Ai berpaling kepada beberapa orang lain sementara aku tidak pernah sekali pun memikirkan orang lain. Aku menganggap sikap Ai itu penghianatan dan wujud dari perasaannya yang tidak benar-benar mencintaiku. Namun bagaimana pun juga aku selalu memaafkannya. Munghkin hal itu yang membuat aku dan Ai masih diam-diam menjalin cinta. Walau sebenarnya cinta itu terlarang.

Ya seharusnya aku dan Ai tidak lagi berhubungan apa lagi sejak aku di perkenalkan dengan Uya oleh sahabatku. Kejadianya sekitar bulan Maret tahun 2012. Saat itu aku dan Ai kembali berpisah karena pertengkaran. Untuk pertama kalinya aku berniat melupakan Ai dan memulai hubungan baru dengan orang lain dan hal itu terwujud berkat temanku. Aku di perkenalkan dengan Uya sejak awal bulan Maret namun aku baru akrab dan bertemu Uya sekitar bulan April. Sebelumnya kami hanya saling berkirim pesan saja. Tidak lama setelah pertemuan pertama, kami pun akhirnya jadian. Tepatnya tanggal 26 April 2012. 

Namun Ai kembali lagi dan membuat aku bimbang. Sebenarnya aku  masih dan akan selalu mencintai Ai. Ai tahu aku telah bersama Uya namun dia tetap ingin hubungan kami dilanjutkan walaupun ini hubungan terlarang. Dan yang anehnya aku menerima Ai dan kami melanjutkan hubungan terlarang kami dan hubungan ini hanya kami berdua yang mengerti. Begitulah asamara ini terjadi dan terus saja menjalin benang-benang asmara antara aku, Ai dan Uya hingga menambah kerumitanya untuk di mengerti siapa pun. Terlebih lagi ternyata antara aku dan Ai tidak akan pernah mungkin bisa terjalin pernikahan di karenakan keluarga dan lingkungan kami yang tidak akan pernah menerima.
***
Kita kembali ke hari ini, hari pertama di tahun 2013. Aku benar-benar tidak keluar rumah dan terhitung sudah lima hari dengan hari ini. Hingga malam ini di saat aku menuliskan semua ini untuk kalian baca aku masih tidak beranjak dari kamar, ruang tv dan dapur saja. Aku hanya mengisi waktu dengan dunia maya, chatting dan lagi-lagi main game atau nonton tv. Aku percaya esok hari jika tuhan menghendaki pasti akan ada kebahagiaan lain yang lebih baik dan aku akan terus saja menuliskan kisahku dalam diary ini. 

satu saja tujuanku yaitu untuk melepaskan segala keluh kesah yang ada di dalam hati dan pikiranku. Dan jika kalian yang membaca setiap kisahku dapat mengambil hikmah dari semua ini tentunya aku akan sangat senang dapat berbagi. Bailah kawan cukup sekian dulu yang dapat aku ceritakan hari ini padamu. Sampai berjumpa esok hari dan selamat malam.