Label

Senin, 07 Januari 2013

7 Januari 2013

7 Januari 2013

Cerita ku hari ini berawal dari pagi pertama aku berkantor di tempat baru. Asal kalian tahu ini sungguh sangat jauh dari kebiasaanku selama di kantor lama. Aku hanya duduk dan berdiam diri di kantor baru yang memang tidak ada yang perlu dikerjakan atau lebih tepatnya bermalas-malasan karena di kantor baru memang tidak ada kerjaan. Membosankan sekali sampai aku mengantuk di tempat dudukku. 

Aku mencoba menyibukkan diri dengan mengakses internet dari tabletku. Membuka facebook dan mengganti statusku dan berlanjut dengan mengakses youtube. Menonton video clip lagu-lagu film bollywood sampai lagu-lagu hitnya Beyonce yang sering menjadi lagu pilihan saat audisi ajang pencarian bakat. Memang lagu "Listen dan If I Were A Boy" yang di populerkan Beyonce sangat indah namun juga sulit karena jangkauan nadanya yang tinggi. Tapi bila berani menyanyikan lagu sesulit itu pastinya peserta audisinya sudah sangat percaya diri dengan kemampuan mereka. Artinya mereka memang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Bila tidak pasti mereka akan berpikir seratus kali atau mungkin juga mereka hanya peserta yang konyol untuk memberikan banyolan pada penonton.

Oh ya aku sempat mengirimkan pesan kepada Ai dan ternyata dia ada di kotaku. Aku jadi berharap dia datang menjengukku. Namun nyatanya dia langsung kembali ke kotanya. Dia menyempatkan menelponku sesaat mungkin hanya untuk basa-basi atau entahlah. Aku hanya bersikap sewajarnya di telpon dan tidak menunjukkan bahwa aku mengharapkan kedatangannya. Biar saja dia berpikir dan bila memang dia dapat berpikir menggunakan otaknya maka dia akan datang walau hanya untuk sebentar saja. Aku tak mau berharap lagi. Pikirku lebih baik aku pergi makan siang dan beristirahat saja agar perasaanku tidak kesal atau kecewa. Santap siang yang lezat...
***

Aku sangat terlambat balik ke kantor. Sekitar pukul setengah empat sore aku baru tiba di kantor, itu artinya hanya satu jam lagi waktu kerja yang tersisa. Namun ternyata walau datang terlambat di ruangan hanya ada tiga orang termasuk aku sendiri. Memang benar kantor baruku ini tidak begitu ketat dalam hal kedisiplinan. Benar seperti kata pimpinan di hari pertama aku melapor untuk bekerja di kantor ini, "Di sini semua pekerjaan santai saja namun tetap ada waktunya serius". Namun sepertinya akan lebih banyak waktu untuk bersantai.

Jadinya aku hanya bersantai sambil online, chatting dan mendonwload lagu-lagu. Sampai tiba waktu pulang aku langsung pulang dan memang tidak ada yang sangat berarti untuk dikerjakan. Aku menganggap saat ini aku sedang liburan dari pekerjaanku yang biasanya sangat padat dan sibuk. Kini menjadi berbeda 180 derajat dan tetap harus dijalani saja.

Sepulangnya dari kantor aku langsung pulang ke rumah dan hanya berdiam diri di kamarku sambil mendengar musik, chatting dan browsing internet. Bila Bosan aku selangin dengan bermain game dan bahkan aku mengajak adik-adikku ikut bermain game. Kami bermain game bersama hingga jam 22.00 WIB. Selanjutnya aku menonton tv sambil menunggu kedua mataku mengantuk dan aku dapat beristirahat.

Semoga kalian juga dapat beristirahat dengan tenang dan dapat bangun pagi dengan perasaan segar dan bugar kembali. Dan bila tuhan masih memberikan umur panjang esok aku juga akan menuliskan kisahku dan semoga kalian tidak pernah bosan. Terima kasih dan selamat malam...
@@@

Minggu, 06 Januari 2013

6 Januari 2013

6 Januari 2013

Pagi yang indah tidak dapat kunikmati karena mentari pagi mendahuluiku. Sedangkan aku baru bangun sekitar pukul 10.00 WIB itu pun dengan malasnya. Tapi semuanya tidak seperti hari kemarin dimana suasana hatiku sangat tidak menentu. Hari ini semua telah aku terima dan apa pun yang akan terjadi esok hari ku serahkan saja pada tuhan karena dia yang maha mengetahui segalanya.

Suasana hati yang sedang baik ini membuat aku jadi sedikit bergairah buktinya saja aku membantu mamaku mempersiapkan makan siang. Hari ini bu akan memasak gulai buncis dan wortel serta telur. Sangat lezat pastinya apa lagi masakan seorang mama yang penuh dedikasi dan cinta kepada keluarganya. Sementara itu aku membersihkan kacang kedelai yang akan direbus dan menjadi makanan tambahan pengganti susu sapi. 

Tidak hanya itu saja, hari ini aku juga membantu mama mengupas ubi yang nantinya akan dibuat menjadi kolak ubi mandi susu cokelat. Sebenarnya tidak ada susu atau pun coklat dalam masakannya namun karena warnanya yang mirip susu cokelat yang berasal dari warna santan dan gula aren makanya kusebut kolak ubi mandi susu cokelat. Rasanya enak manis dan benar-benar nikmat. Pasti kalian ingin mencobanya bukan? Mudah saja tinggal berbelanja ke pasar untuk membeli bahan-bahanya dan langsung  dimasak. Bahan-bahanya mudah dan murah kok.

Oh ya ngomong-ngomong masalah belanja aku jadi teringat masa kecilku dulu aku juga sering berbelanja ke pasar. Aku sering di suruh mama berbelanja walau kadang semua yang aku beli benar dan kadang juga salah. Kalau salah aku sering dimarahi mama namun ternyata ada hikmahnya sampai sekarang. Aku jadi bisa selektif dalam membeli segala sesuatu. Aku akan berpikir seratus kali dalam membeli barang mulai dari kualitas, harga sampai manfaatnya. Kalau tidak benar-benar aku perlukan maka aku tidak akan membeli suatu barang walau harganya sedang murah.

Tidak hanya urusan berbelanja saja, dulu sebenarnya aku juga pintar memasak walau sekarang sudak tidak lagi. Masa masih sekolah SMA aku sudah belajar meracik bumbu-bumbu untuk makanan yang sering di masak mamaku. Aku selalu memperhatikan mama kalau sedang memasak. Aku ingin saat selesai dari SMA aku dapat melanjutkan studiku di universitas di ibu kota provinsi. Kuliah di luar kota yang jauh dari orang tua dan menjadi anak kost tentunya aku harus pintar dalam memasak agar tidak hanya makan mie instan setiap harinya. Bagaimana mau pintar jika makanya selalu mie instan yang ada malah jadi penyakit. 

Tapi semua tidak pernah sesuai keinginan. Tuhan menentukan jalan hidupku tidak demikian jadinya. Dari SD sampai kuliah SI aku tetap saja tidak pernah keluar dari kotaku. Jadinya semua yang kupelajari tentang meracik bumbu dan memasak tidak pernah aku praktikan sehingga terlupakan semuanya seiring berjalan waktu. Apa lagi sekarang setelah jadi karyawan jangankan untuk memasak aku bahkan sangat jarang ke pasar. Tapi paling tidak sampai sekarang aku masih ingat kok cara memasak air. Hahaha...
***

Malam hari aku tetap bersantai dengan keluargaku. Kami berkumpul menonton tv sambil makan es krim bersama-sama. Suasana berkumpul yang damai dan tanpa ada pertengkaran yang seperti ini sangat menyenangkan. Memang keadaan rumahku yang termasuk keluarga "broken home" sangat susah menebak keadaan yang terjadi setiap waktunya. Kadang kala akur dan tenang seperti ini kadang bisa sangat gaduh dalam ppertengkaran yang membuatku tidak betah di rumah.

Keadaan rumah yang semacam ini membuatku sering keluar rumah dan bahkan menginap di tempat kawan atau di tempat Ai. Aku jadi teringat dengan kawan-kawanku satu organisasi dulu. Biasanya kalau malas tidur di rumah aku sering menginap di tempat kawanku dan mengajak kawan-kawan lainnya juga untuk ikut menginap. Jadinya bukan menginap sih tapi lebih ke acara kumpul-kumpul sambil bergadang ngobrol panjang lebar. Mulai masalah gosip, kehidupan pribadi sampai masalah politik kadang jadi topik bahasan. 

Namun semuanya tentunya dengan ciri khas banyolan masing-masing yang mengocok perut hingga tertawa ngakak. Aku jadi rindu suasana seperti itu. Namun sayang kini kawan-kawanku sudah berpencar dengan alasan kesibukan masing-masing bahkan ada yang sampai ke kota lain yang jauh untuk bekerja. Semoga mereka tidak pernah melupakan aku dan pengalaman yang kami lalui bersama. Ikatan persahabatan akan melekat selamanya seperti sebuah kalimat favorit ku "always be friends forever". 

Malam ini jujur entah mengapa aku mengharap Ai datang ke rumahku secara diam-diam dan memberiku sebuah kejutan manis. Namun aku seketika itu juga tidak ingin hal itu terjadi. Lebih baik kalau dia tidak datang jadi aku akan lebih berkonsentrasi dengan rencanaku dalam menata kembali sifat dan watakku tanpa ada pengaruh darinya. Karena aku yakin kehadirannya dapat mempengaruhiku secara emosional. 

Sudahlah, aku tidak ingin memikirkannya lebih jauh. Cukup sampai di sini saja ceritaku hari ini. Sudah saatnya beristirahat agar esok dapat bangun lebih cepat untuk bekerja di tempat baru walau aku tidak menyukainya. Namun tidak pantas rasanya menunjukkan ketidakdisiplinan di hari pertama bekerja di tempat baru. Aku akan bertahan untuk tetap menjadi diriku sendiri dan tak perlu yang aku buat-buat mengikuti orang lain. Semoga esok akan lebih baik dan semuanya dapat berjalan lancar. Selamat malam sampai jumpa esok hari bila tuhan masih memberikan kita umur dan kesempatan.
@@@

Sabtu, 05 Januari 2013

5 Januari 2013

5 Januari 2013

Hari libur kembali tiba. Akhir pekan waktunya berlibur dan menyenangkan diri dengan segala katifitas yang menyenangkan hati sehingga akan kembali fresh saat hari senin tiba nantinya. Tapi sayangnya bagiku semuanya tetap sama saja. Aku hanya akan menghabiskan hari-hari liburku di rumah saja. Aku hanya mengisi waktu liburan dengan kegiatan bermalas-malasan seperti pagi ini. Aku sengaja bangun terlambat karena hari-hari lain aku harus bangun cepat dan cuma dua hari libur ini dalam setiap minggunya aku bisa bermalas-malasan untuk bangun telat. 

Setelah bangun sekitar jam 10 aku langsung sarapan dan syukur mamaku telah memasak mie. Jadi aku tidak perlu repot-repot memikirkan mau sarapan apa. Semua sudah tersedia aku tinggal lahap saja dan menikmatinya. Setelahnya aku hanya menonton tv saja walau acaranya tidak begitu menarik. Dari pada keluar tanpa jelas tujuan kemana, tanpa agenda jelas begitu mendingan tetap di rumah saja. Itu lebih baik pikirku.

Uya mengirimiku sebuah pesan yang berisi ajakan untuk jalan-jalan di sore ini. Namun aku langsung saja secara spontan menolak ajakannya. Aku tidak mempedulikan perasaannya karena perasaanku sendiri sedang tidak dapat terkendalikan dan sungguh keruh tak dapat ditebak. Uya sempat menelponku namun karena aku sedang menonton tv di ruang depan maka aku tidak mendengar nada dering ponselku. Jadinya aku menemukan sebuah panggilan tidak terjawab darinya dan sebelumnya ternyata Ai juga sempat menelponku tapi tidak juga terjawab. Aku benar-benar ingin sendiri dan sepertinya itu cukup menyenangkan untuk saat ini. Tidak ingin ada Uya atau pun Ai, cukup aku saja dan ketenangan.

Saat senja datang rasanya ada sebuah dorongan untuk keluar rumah dan menikmati matahari yang hampir terbenam sepenuhnya. Namun aku tahan hasrat itu agar aku tidak melanggar niat awalku untuk tidak keluar rumah dan berbaur dengan keramaian di luar sana. Aku berhasil dan rasanya sangat melegakan sekali. Bila tidak berhasil, mungkin malam ini aku sudah berangkat ke Medan juga untuk jalan-jalan. Untung saja semuanya masih dapat aku kendalikan dan aku tetap bisa dengan rencana semula untuk bermalas-malasan di rumah saja selama hari libur.

Malam ini Uya menelponku lagi. Dia mencoba menghiburku agar tidak bersedih gara-gara pemindahan kerjaku. Uya mengatakan sikapku berubah drastis tidak seperti biasanya. Sepertinya sikapku  saat ini bukanlah sikap yang merupakan jati diriku. Menjadi sangat tertutup, dingin dan kaku. Padahal sebenarnya inilah sifat asliku yang dari dulu aku coba hilangkan. Namun kini sepertinya semua sifat itu muncul kembali secara tak disengaja. Naluri alamiah yang memunculkan semua sifat itu. Mungkin sebagai bentuk pertahanan diri atau penyesuaian diri dengan lingkungan baru. Perubahan sikapku yang mengikuti perubahan lingkungan sekitarku. Aku berubah menjadi defensif. 


Hari ini tanpa terasa telah berlalu dan akan berganti dengan hari yang lain. Waktu terus berjalan dan tidak dapat dihentikan. Semoga esok akan ada kebahagiaan yang datang bersama waktu dan hari ini pun berakhir. Selamat malam, selamat beristirahat dan semoga mimpi indah.
@@@

Jumat, 04 Januari 2013

4 Januari 2013

4 Januari 2013

Hari ini aku merasa seperti ada ribuan cemeti yang memecut jiwaku dari setiap arah. Semangatku memudar dan berubah menjadi kebisuan yang terus saja menyeretku dalam keputus asaan. Aku tidak dapat melawan dan hanya mengikuti intuisi agar lebih baik menyerah saja tak perlu ada perlawanan. 

Aku melapor akan kepindahanku di kantor baru. Sambutan yang di berikan cukup menyenangkan baik oleh karyawan lainnya mau pun atasan baru di sana. Tapi apa pun keadaannya yang baru tidak akan menjadi menyenangkan bila memang tidak ada hasrat dan minat terhadap pekerjaan di tempat baru. Semuanya hanyalah keterpaksaan dan kelemahan sebagai orang yang tak dapat dan tak diberi kesempatan untuk menentukan serta memilih apa yang memang diminati. Entahlah, bagaimana semua ini akan berakhir kita akan lihat saja nanti.

Ai dan Uya sama-sama memberikan dukungan untukku agar bersemangat di tempat kerja baru. Namun sepertinya keduanya tidak mengerti apa yang aku katakan pada mereka berulang kali bahwa aku benci dengan semua pemindahan ini. Apa lagi bila nantinya ditugasi untuk memberikan penerangan dan turun ke jalan-jalan. Membayangkannya saja sudah membuat aku jijik apa lagi bila sampai kejadian. Oh tidak akan pernah. Aku benci hal-hal seperti itu dan tidak akan pernah tenang dan rela melaksanakannya. 

Sepertinya hari ini saja aku telah merasa terusir dari kantor lamaku dan di kantor baru sore ini aku mulai tidak menyukai suasananya yang mungkin akan sangat berdampak pada semangat untuk bekerja. Aku merasa seperti berada dalam lingkungan kerja yang sangatlah salah dan tidak cocok untukku. Aku menjadi terdiam dan rasanya semua sikap introvert yang dulu pernah aku coba hilangkan kini menjadi berkembang kembali bak jamur di musim hujan. Itu menjadi suatu cara yang alami buat diriku menghadapi lingkungan dan situasi yang tidak aku sukai seperti saat ini. Semoga ini tidak akan terus bertahan lama atau semua usahaku untuk menghilangkan sikap dan kebiasaanku yang tidak aku inginkan akan menjadi sia-sia dan bahkan sikap itu nantinya menjadi semakin parah.

Aku menjadi tidak tahan dengan suasana yang aku hadapi sekarang ini. Aku memutuskan lebih baik aku pulang saja dan tidak perlu mempedulikan keadaan yang semakin menekan jiwaku. Aku tidak mau memusingkan diri dan pikiranku hingga berujung pada stress. Rasanya cukup sudah tekanan oleh beban pekerjaan yang sebelumnya dan tidak mau terbebani lagi oleh masalah ini. Akan lebih baik aku menenangkan diri dulu di rumah dan semoga saja nanti hari senin ini aku akan lebih siap menghadapi perubahan suasana lingkungan kerjaku.


Aku berusaha tidak memikirkan masalah pekerjaan untuk saat ini. Sekarang waktunya berlibur dan memanjakan diri dengan segala yang menyenangkan hatiku. Aku malam ini hanya menghabiskan waktuku untuk menonton tv. Sangat kebetulan sekali adac acara tv baru mulai malam ini. Sebuah ajang pencarian bakat dengan nama "X Factor Indonesia". Sangat menyenangkan sekali melihat acara-acara seperti ini apalagi aku yang suka musik dan hobbi menyanyi walau gak pandai benar dalam hal tarik suara. Namun yang jelas ada jiwa seni dalam diriku.

Aku jadi teringat saat aku baru lulus SMA dulu. Aku pernah mengikuti salah satu ajang pencarian bakat terheboh di Indonesia. Aku pernah ikut audisinya sekitar tahun 2005 atau 2006. Aku ikut audisi di kota Medan dan ternyata cukup menyenangkan dan menambah pengalaman baru buatku. Namun sayang karena audisi di medan merupakan salah satu kota audisi yang paling sulit apalagi dengan di terapkannya pra-audisi. Aku saat itu masih sangat canggung dan kurang berani sehingga dalam hal menyanyi aku masih tidak lepas dan full gerogi. 

Walau katanya suaraku unik dan aku punya ciri khas tapi aku belum dapat pergi ke Jakarta dikarenakan beberapa alasan terutama alasan finansial dan mental yang masih memerlukan persiapan. Maka tahun selanjutnya aku diminta untuk datang lagi dan selama masa menunggu itu aku dianjurkan mencari guru vocal agar aku bisa dilatih sehingga mentalku siap dan dapat tampil maksimal tahun depannya. Bila aku memang telah siap akan ada yang mendukungku terutama dalam hal finansial. Menyenangkan mendengar komentar yang sangat membangun seperti itu namun sayang aku tidak pernah kembali untuk audisi di tahun-tahun berikutnya sampai dengan sekarang. Alasannya karena setelah kegagalan di ajang tersebut ternyata aku mendapat kejutan karena berhasil di terima sebagai karyawan kantor. Selalu ada keberhasilan lain di balik sebuah kegagalan.
***

Ai malam ini akan pergi dan dia sempat pamitan denganku. Aku tidak begitu mempedulikannya karena aku sedang menikmati kesendirianku saat ini. Malahan aku secara terang-terangan mengatakan padanya bahwa aku ingin menyendiri agar dapat menenangkan diriku dahulu. Tidak ingin ada yang mengganggu dan mempengaruhiku. Biarkan saja aku menyendiri dan berpikir serta bersantai di waktu liburan akhir pekan ini. Sudah saatnya melakukan refresh otak, hati dan jiwa agar kembali bersemangat bila waktunya nanti. 

Malam ini di saat aku menuliskan semua ini waktu sudah sangat larut dan waktu tidur sudah hampir separuhnya berjalan. Aku terlambat dalam menceritakan kisahku pada kalian. Hal ini karena aku beberapa jam yang lalu sibuk membersikah rumah yang sedikit mengalami kebanjiran. Sebenarnya memang akan selalu begitu bila hujan deras, rumahku akan selalu kebanjiran. Namun sudahlah yang penting saat ini semuanya sudah beres dan aku dapat tidur dengan tenang. Selamat malam sampai jumpa esok hari.
@@@

Kamis, 03 Januari 2013

3 Januari 2013

3 Januari 2013

Hari ini hujan gerimis mengguyur seluruh kota. Awan kelabu berarak-arak membawa titik-titik air dan menumpahkannya ke bumi. Sudah dari semalam hujan gerimis itu tak juga reda. Sepertinya alam pun berduka bersama kedukaanku yang terlupakan oleh cinta namun tetap saja mengharapkannya. Sungguh menyedihkan untuk dikenangkan walau sekedar terbesit sejenak saja tanpa sengaja sekalipun. Kisah sedih yang belum juga berganti kebahagiaan. 

Seketika suasana hati yang tadinya berharap akan semangat baru  dalam memulai hari berubah menjadi kemurungan tanpa antusias. Sepertinya aku saat ini dikerubungi mega-mega duka yang sangat menghimpit dan menyesakkan dada. Seolah-olah tiada udara untuk bernapas lega, semuanya hanya kehampaan dan kesunyian yang merayap dan menggerogoti hingga ke setiap sendi. Apa lagi pagi ini di saat aku tiba di kantor, semua berita yang kemarin masih pantas untuk aku ragukan kini telah nyata dan tebukti jelas. Jadi bagaimanakah aku harus bersikap menghadapi kemelut yang tiba-tiba datang menyergap tanpa pertanda apa-apa. Aku hanya terdiam dan sesaat seperti kehilangan jiwa. Itu sangat tidak menyenangkan.

Benar aku pernah merasa begitu bosan dengan segala pekerjaanku yang selama setahun ini terasa sangat melelahkan. Namun tidak pernah terpikir olehku untuk pindah kantor karena bagiku itu bukan solusi mengatasi semua kebosananku. Rasanya cukup bagiku mengambil cuti dan liburan yang dapat menyegarkan jiwa dan pikiran sehingga akan siap kembali menghadapi semua tantangan pekerjaan tahun ini. Seakan-akan aku terpuruk dalam keputus asaan.

Kemudian aku mencoba membangkitkan harapanku untuk suatu peluang yang baru. Merenda asa akan bantuan atasan kantorku dalam menyelesaikan permasalahan ini. Namun semuanya pupus juga tiada  meninggalkan bekas. Semuanya tidak mampu melawan sebuah ketetapan dari pejabat yang lebih berkuasa. Malah mereka juga menerima imbas dari sikap mereka membelaku. Sikap dan perlakuaan yang sangat tidak terhormat seolah-olah bukan keluar dari sebuah cerminan orang yang patut dihargai melainkan seorang begundal jalanan yang tidak terpelajar. Dan lagi-lagi ini membuatku miris hati karena secara tidak langsung akulah penyebababnya. Sungguh-sungguh miris.

Hari ini aku menerima satu kenyataan bahwa mau atau tidak aku akan dipindahkan dari kantorku yang sekarang ke kantor yang baru. Suka atau tidak semuanya harus dijalani dan tiada tawar-menawar akan semuanya itu. Maka aku akan berdamai dengan diriku sendiri dan menjalani semua keputusan yang diberikan  kepadaku walau jauh di lubuk hati aku membenci keputusan ini. Bukankah tiada guna melawan arus? Akan lebih baik mengikuti arus agar menghemat tenaga dan berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri ketepi. 
***

Tadi siang aku sempat bertemu dengan Uya. Kami sempat berbincang hampir 40 menit lamanya hanya dengan berdiri saja. Uya tahu aku di mutasi namun bukanya menghiburku malah membebaniku dengan sikap yang sangat kolokan. Dia mengambek hanya karena aku telat membalas pesannya. Membuat hatiku meradang dan berang sampai-sampai aku membalas semua komplainnya dengan mengatakan ketidaksukaanku terhadap sikapnya itu. Seharusnya dia dapat bersikap lebih dewasa dan bertanya dengan baik agar semuanya jelas. Akan lebih baik bila semuanya dapat dibahas dengan ketenangan.

Namun dia malah mengatakan aku berubah. Sikapku tidak seperti dulu dan bahkan mencurigai bahwa semua penyebab perubahan sikapku karena tidak pernah ada kemesraan diantara kami. Aku tidak dapat menerima semua ucapannya dan langsung saja membantahnya. Bermesraan bukan merupakan suatu keharusan dalam hubungan yang belum ada ikatan pasti. Bukan pula berarti aku menolak kemesraan di antara kami. Tapi aku ingin semua itu terjadi secara alami dan bukan karena keterpaksaan dan hanya dorongan agar sama dengan orang lain. Jangan membandingkan segala sesuatu dengan orang lain karena setiap orang berbeda dan berbeda pula cara menjalin hubungan di antaranya. 

Setelah berpanjang lebar berbicara dan saling mengungkapkan perasaan hati akhirnya semuanya lebih jelas walau sebenarnya tidak benar-benar dapat terselesaikan dalam waktu singkat yang hanya 40 menit itu. Akan butuh lebih banyak waktu untuk membahas semua keinginan dan meyamakan persepsi dalam menjalin sebuah hubungan. Perlu suatu pengertian dan itulah yang susah dimiliki oleh setiap pasangan. Banyak kita lihat pasangan yang sudah berumah tangga bahkan sudah memiliki putra dan putri mengalami masalah dalam perjalanan hidupnya. Ada yang berhasil melaluinya ada pula yang tidak. Perlu sikap saling pengertian dalam melewati semua itu. Karena bila tidak benar-benar memahai dan mengerti pasangan kita maka pasti kehancuran juga di ujung-ujungnya. 

Ah sudahlah kita lihat saja bagaimana  takdir tuhan membawa akhir hubungan ini. Seiring waktu akan ada jawaban dimana muara setiap masalah. Akan ada jalan keluar dari setiap labirin yang membingungkan dan menyesatkan walaupun butuh waktu lama untuk menemukannya. Sama halnya dengan semua permasalahan yang dihadapi saat ini. Masalah mutasi pekerjaan, hubungan asmara dengan Ai dan Uya  serta semua masalah lain dalam hidup pasti ada penyelesaiannya. Saat aku menulis semua ini aku telah ikhlas dengan semuanya. Aku yakin dan percaya semua dikehendaki tuhan karena dia maha mengetahui yang terbaik. 

Hanya itu kisahku hari ini. Semoga tidak membuat kalian ikut bersedih ataupun merasa bosan dalam membacanya. Sampai jumpa esok hari dan selamat malam.
@@@

Rabu, 02 Januari 2013

2 Januari 2013

2 Januari 2013

Hari ini segala sesuatu terasa berbeda dari beberapa hari libur yang baru aku lewati. Kini saatnya kembali ke rutinitas dunia kerja yang dapat menekan setiap saraf hingga mencapai titik jemunya di kemudian hari. Hari ini aku terbangun sedikit kesiangan namun masih sempat tiba di kantor pada waktunya. Perasaan kini telah lebih membaik dari pada sebelumnya, mungkin disebabkan libur panjang yang berdampak pada perubahan semangat kerja. Walaupun perubahannya sangat kecil.

Hari pertama bekerja di tahun 2013 ini akan menjadi titik awal dalam berkarir lebih baik di kemuadian hari. Tentunya aku harus menjaga sikapku agar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini serupa dengan pendapat salah satu rekan kantorku pagi ini. Ehm, patut dipertimbangkan.

Pekerjaanku hari ini adalah membereskan arsip tahun 2012 agar semuanya rapi dan tersimpan pada tempat yang seharusnya. Sebenarnya niat melakukan beres-beres ini sudah lama dan baru terwujud hari ini. Bukankah lebih baik terlambat melakukan dari pada tidak melakukan sama sekali? 

Aku terkenang masa sekolah di SMA dulu aku juga sering membereskan buku-buku di perpustakaan yang berantakan. Bahkan hampir setiap hari aku keperpustakaan dengan agenda untuk membaca buku namun berubah menjadi beres-membereskan dan merapikan letak buku-buku. Namun semua itu tidaklah menjadi beban bahkan entah mengapa itu menjadi menyenangkan bagiku. Sikapku itu ternyata menjadi perhatian dari petugas perpustakaan sekolah. Mungkin dia senang karena secara tidak langsung aku telah membantu meringankan pekerjaannya dengan suka rela lagi. Sudah tentu dia senang dan tidak keberatan.

Hari ini aku masih menunggu kabar dari Ai. Aku tidak akan menghubunginya atau menemuinya. Aku ingin dia yang menghubungiku terlebih dahulu. Tapi jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat rindu dan ingin bertemu dengannya. Aku tidak tahu apakah dia merasakan apa yang aku rasakan atau malah tidak mengingatku sama sekali. Sungguh tidak berhati dirinya bila  terus mengabaikanku hingga berhari-hari tanpa kabar berita seperti ini. Tak sabar rasanya diriku menanti kabarnya hingga berulang kali melihat ponselku dengan harapan ada pesan atau mungkin dia menelponku namun aku tidak mendengar nada ponselku. Namun layar ponselku hanya menunjukkan nama operator dengan latar belakang hamparan rumput dan pemandangan langit biru. 

Sampai malam ini dia belum juga menghubungiku atau mengirim pesan padaku. Aku sendiri tidak tahu dimana dia saat ini. Terakhir kali dia menghubungiku dia masih berada di luar kota dan berkata akan segera kembali. Tapi setelah itu tiada kabar berita hingga saat ini. Aku berharap dia mengirimkan pesan untukku namun yang datang malah pesan dari Uya. Tidak sesuai harapan dan apa lagi Uya mengirimi pesan tentang sesuatu yang membuatku menjadi bersemangat atau lebih tepatnya menambah keruh suasana hati. Sudahlah tidak ingin aku bahas lagi.

Satu hal yang paling mengejutkan hari ini adalah ada berita yang menyatakan kepindahan kantorku. Katanya seseorang telah melihat surat keputusan mutasi pegawai atas namaku. Aku sendiri heran dari mana asal muasal berita itu karena aku tidak pernah berniat pindah apa lagi ke kantor baru yang diberitakan itu sungguh tidak pernah terbayangkan olehku untuk bekerja di sana. Aku berdalih sepertinya aku tidak cocok di bidang itu karena tidak sesuai dengan  karakteristik diriku yang cuek dan tidak terlalu membuka pergaulan. Namun jika memang itu fakta mau tidak mau aku harus menerima karena keputusan itu menjadi hak atasan. entahlah kita lihat saja nanti apakah itu fakta atau hanya isu belaka.

Sepulang bekerja aku langsung pulang ke rumah dan tidak memiki niat untuk ke tempat lain. Sepertinya aku mulai betah berdiam diri di rumah dan mulai kehilangan minat untuk berkumpul seperti yang sering aku lakukan dulu bersama teman-temanku. Saat aku menuliskan ini semua aku sudah akan berencana tidur atau menonton tv sambil menunggu mengantuk. Baiklah kawan cukup sekian ceritaku malam ini. Selamat malam dan semoga mimpi indah.
@@@


Selasa, 01 Januari 2013

01 Januari 2013

01 Januari 2013

Hari ini adalah awal baru bagiku. Kisah lama dari setiap detik yang bergulir di masa tahun 2012 kini tertutup sudah. Langkah kaki yang telah lama menapak di masa-masa saat semuanya buram dan penuh kepalsuan kini akan tertinggal menjadi kenangan. Aku kembali menjejakkan langkah di awal baru. Harapan baru yang datang seiring pergantian tahun terasa begitu manis seolah nekhtar dari kembang surgawi yang selalu di kecap oleh kumbang-kumbang, kupu-kupu dan serangga lainnya. Ah sungguh indah tentunya.

Memang sudah menjadi kebiasaanku jika sudah berbicara pasti jadi panjang lebar keasyikan tak tentu jeda, sampai-sampai aku hampir lupa memperkenalkan diriku. Namaku Mudemi Farhany. Aku baru memasuki umur 25 tahun. Aku seorang karyawan dan tentunya masih single. Ada yang berminat? Aku masih membuka peluang. Hahaha... Satu lagi yang menurutku penting untuk diketahui bahwa aku humoris dan ekplosif dalam banyak hal. Dan aku yakin kalian akan bingung memahaminya. Ya memang begitu, jangankan kalian kadang kala aku sendiri tidak mengerti diriku sendiri. Ehm... pasti kalian bertambah bingung. Tapi sudahlah abaikan saja. Cukup kalian ingat bahwa ini adalah kisahku, kisah Mudemi Farhany. Itu saja dan sampai di sini apakah kalian sudah cukup paham? Karena bila di sini saja kalian tidak paham maka akan lebih sulit memahami kisah ku ini nantinya.

Aku akan mulai menuliskan kisahku dari hari ke hari. Dari yang menyenangkan hingga yang paling membosankan. Dan kisah itu akan aku mulai dari hari ini...
@@@

Sejak jam menunjukan pukul 00.00 WIB maka segala gempita meyambut pergantian tahun dimulai. Hiruk pikuk dan euforia manusia yang bergelut dan bersaing dengan kebisingan suara kembang api yang saling sahut menyahut menandakan tahun baru telah datang. Walau aku tidak berada dalam kerumunan masa yang bersuka cita menyaksikan rona-rona lagit yang bak pelangi, namun rasanya seluruh suara manusia yang bak lautan membahana sampai ke telingaku yang sedang bersantai di rumah tanpa semangat layaknya orang-orang di luar sana. Aku lebih memilih tinggal di rumah dan menonton tv dari pada berdesak-desakan dalam lautan manusia. Sebenarnya ini bukan ciriku. Aku yang biasanya gila    pentas dan perkumpulan serta tentunya keriuhan kini menjadi tidak bersemangat dengan semua itu. 

Aku tahu pasti kalian berpikir apa penyebab semua itu. Dan sudah barang tentu segala sesuatu pasti ada sebabnya. Jawaban pertanyaan kalian itu sebenarnya sangatlah simple saja. Aku sudah menikmati suasana rumahan. Sebenarnya sudah dari empat hari yang lalu aku merencanakan liburan akhir tahun sekaligus menyambut tahun baru. Namun semua rencanaku gagal. Padahal jauh-jauh hari aku sudah mempersiapkan tiga rencana untuk liburanku. Satu rencana utama dan dua lagi rencana cadangan. namun semuanya kandas bersama harapanku. Gambaran kegembiraan yang sudah aku sketsa dalam imajinasi kini menjadi buram tak berbentuk.

Jadinya aku selamat hari-hari libur panjang ini hanya berdiam diri di rumah. Hari demi hari berlalu tanpa terasa dan untuk mengisi waktu libur itu aku hanya makan, tidur, menonton tv atau bermain game saja. Sungguh tidak produktif dan tidak ada satu pun kegiatan itu yang termasuk dalam rencana liburanku. Aku tahu apa yang ingin kalian katakan, membosankan. Ya memang begitulah waktu berlalu dengan kebosanan hingga akhirnya aku berdamai dengan kebosanan dan mulai menikmati semuanya. Walau sebenarnya masih ada yang mengganjal di hatiku terutama Ai yang telah beberapa hari ini mengabaikanku seolah aku tidak berarti apa-apa baginya. 

Ya aku tahu kalian bertanya siapa lagi Ai itu. Maka akan ku jawab bahwa Ai adalah salah satu bagian yang susah di mengerti dalam hidupku. Ai adalah salah satu cintaku. Cinta pertamaku atau mungkin cinta sejatiku. Entahlah, tapi selain Ai aku juga menjalin hubungan dengan Uya. Eh bukan Uya Kuya yang artis itu. Jangan salah, ini Uya ku yang dari sudut mana pun dilihat tidak ada kaitan maupun kemiripan dengan Uya Kuya. Aku dan Uya menamakan hubungan kami hubungan tanpa nama. Entah ini cinta atau bukan namun kami tetap saling berkomunikasi layaknya orang pacaran.

Ya aku paham kalian kalian pasti bingung dengan hubungan asmaraku. Memang pada awalnya ini sangat membingungkan bila tidak aku jelaskan duduk perkara awal mulanya hubungan asmaraku baik dengan Ai maupun Uya. Maka mari kita flash back sebentar dari awal perkenalanku dengan Ai maupun Uya.
***

Ini mulanya terjadi sekitar tahun 2008 dimana aku baru mengenal yang namanya dunia maya alias internet. Lebih tepatnya aku terkena pengaruh penyakit kejiwaan yang aku beri nama syndrome chatting. Sebab penyakit ini luar biasa berpengaruh padaku sampai-sampai merubah pola hidupku. Bayangkan saja bagaimana tidak berubah drastis namanya jika seseorang yang biasanya pada jam  sepuluh malam tidak akan mampu menahan kantuknya dan dimana pun berada bila pada jam tersebut pasti terkantuk-kantuk atau bahkan tertidur, berubah menjadi tukang bergadang hingga jam enam pagi. Akan tidur  jam enam dan kembali bangun pukul setengah delapanya untuk bekerja lalu kembali tidur jam lima sorenya hingga menjelang mangrib. Setelah magrib kembali terbangun dan terus berulang seperti sebelumnya.  Dan asal kalian tahu bahwa selama bergadang aku menghabiskan waktu hanya untuk berlama-lama di depan laptop untuk chatting. Inilah yang kusebut Syndrome Chatting.

Dari setiap chatting aku menemukan kenalan baru di dunia maya. Ada yang berasal dari daerah yang dekat dengan ku ada juga yang jauh. Dan namanya kenalan di dunia maya pasti ada yang membuat penasaran sehingga berbagai rencana bertemu di susun sedemikian rupa. Istilah trendnya "Copy Darat atau Copdar". Mulai dari kota terdekatku, ibu kota provinsi sampai provinsi lain juga aku datangi untuk sekedar copdar dengan teman dunia maya. Ada yang asyik hingga persahabatan terus terjalin ada pula yang setelah itu tidak jelas dan hilang kabar beritanya. Namun dari semua tidak ada yang berhasil membuatku jatuh hati. 

Hingga suatu saat di akhir penghujun bulan Oktober aku berkenalan dengan Ai di dunia maya. Kami mulanya berteman seperti biasa tak ada yang menarik perhatian satu sama lain. Karena satu prinsip di dunia maya jangan percaya begitu saja pada orang yang baru kau kenal melalui internet. Dan dari hasil perbincangan panjang ternyata Ai tinggal di kota yang dekat denganku. Kira-kira hanya butuh satu sampai satu jam setengan perjalanan darat. Dan akhirnya  kami sepakat untuk copdar. 

Hari itu hari Jum'at tanggal 31 Oktober. Sekitar jam 17.00 WIB aku berangkat dari tempatku menuju kota Ai. Ai berangkat dengan motor untuk menghemat biaya. Namun karena aku jarang berpergian keluar kota dengan naik motor jadinya aku baru tiba sekitar jam 20.00 WIB. Aku pertama melihat Ai dari jauh dan ada rasa salah tingkah dan sedikit gerogi. Sepertinya ada gunung es di antara kami.  Tapi setelah berbincang seolah-olah semuanya mencair sendirinya. Aku sangat senang berbincang dengan Ai sampai lupa waktu. Dan aku lupa akan sangat susah pulang nantinya apa lagi naik motor dengan jarak jauh. Tapi secara spontan Ai menawarkan aku agar menginap di rumah kakaknya. Awalnya aku segan namun tak ada pilihan lain.

Malam itu aku menginap di rumah kakaknya Ai. Semuanya tidak terduga dan sayangnya aku menikmati keadaan itu. Aku cukup lelah untuk berpikir dan langsung tidur. Lampu kamar telah ku matikan dan aku terlelap. Entah kapan, secara tak sadar Ai telah  di ranjangku dan semuanya yang terjadi selanjutnya di luar kendali otak ku. Aku sangat menyesali semua kejadian itu dan sebenarnya marah kepada Ai dan memutuskan tidak akan bicara dan bertemu dengannya lagi. Tapi nuraniku tidak dapat aku dustai. Aku menyukainya dan ada rasa ingin selalu bersamanya. Apakah itu cinta atau hanya sekedar hasrat saja aku tak tahu. Semenjak kejadian itu aku dan Ai jadian. 

Perjalanan asmara kami awalnya sangat bergairah dan lancar-lancar saja. Namun bukan berarti tidak ada perselisihan dan pertengkaran. Kami meyakini semua itu adalah bunga-bunga masa pacaran dan pasti akan terlewati. Singkat cerita aku dan Ai sering mengalami putus nyambung. Bahkan sempat Ai berpaling kepada beberapa orang lain sementara aku tidak pernah sekali pun memikirkan orang lain. Aku menganggap sikap Ai itu penghianatan dan wujud dari perasaannya yang tidak benar-benar mencintaiku. Namun bagaimana pun juga aku selalu memaafkannya. Munghkin hal itu yang membuat aku dan Ai masih diam-diam menjalin cinta. Walau sebenarnya cinta itu terlarang.

Ya seharusnya aku dan Ai tidak lagi berhubungan apa lagi sejak aku di perkenalkan dengan Uya oleh sahabatku. Kejadianya sekitar bulan Maret tahun 2012. Saat itu aku dan Ai kembali berpisah karena pertengkaran. Untuk pertama kalinya aku berniat melupakan Ai dan memulai hubungan baru dengan orang lain dan hal itu terwujud berkat temanku. Aku di perkenalkan dengan Uya sejak awal bulan Maret namun aku baru akrab dan bertemu Uya sekitar bulan April. Sebelumnya kami hanya saling berkirim pesan saja. Tidak lama setelah pertemuan pertama, kami pun akhirnya jadian. Tepatnya tanggal 26 April 2012. 

Namun Ai kembali lagi dan membuat aku bimbang. Sebenarnya aku  masih dan akan selalu mencintai Ai. Ai tahu aku telah bersama Uya namun dia tetap ingin hubungan kami dilanjutkan walaupun ini hubungan terlarang. Dan yang anehnya aku menerima Ai dan kami melanjutkan hubungan terlarang kami dan hubungan ini hanya kami berdua yang mengerti. Begitulah asamara ini terjadi dan terus saja menjalin benang-benang asmara antara aku, Ai dan Uya hingga menambah kerumitanya untuk di mengerti siapa pun. Terlebih lagi ternyata antara aku dan Ai tidak akan pernah mungkin bisa terjalin pernikahan di karenakan keluarga dan lingkungan kami yang tidak akan pernah menerima.
***
Kita kembali ke hari ini, hari pertama di tahun 2013. Aku benar-benar tidak keluar rumah dan terhitung sudah lima hari dengan hari ini. Hingga malam ini di saat aku menuliskan semua ini untuk kalian baca aku masih tidak beranjak dari kamar, ruang tv dan dapur saja. Aku hanya mengisi waktu dengan dunia maya, chatting dan lagi-lagi main game atau nonton tv. Aku percaya esok hari jika tuhan menghendaki pasti akan ada kebahagiaan lain yang lebih baik dan aku akan terus saja menuliskan kisahku dalam diary ini. 

satu saja tujuanku yaitu untuk melepaskan segala keluh kesah yang ada di dalam hati dan pikiranku. Dan jika kalian yang membaca setiap kisahku dapat mengambil hikmah dari semua ini tentunya aku akan sangat senang dapat berbagi. Bailah kawan cukup sekian dulu yang dapat aku ceritakan hari ini padamu. Sampai berjumpa esok hari dan selamat malam.